kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.001,74   -2,58   -0.26%
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Prospek Menarik, Bisnis Bus Listrik Mulai Dilirik


Sabtu, 19 November 2022 / 12:38 WIB
Prospek Menarik, Bisnis Bus Listrik Mulai Dilirik
ILUSTRASI. Gaikindo menyebut bisnis bus listrik punya prospek yang menjanjikan di masa mendatang.

Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bus listrik mulai banyak digunakan. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai, potensi industri bus listrik cukup menjanjikan di masa mendatang. Beberapa perusahaan pun mulai menjajal bisnis tersebut.

PT Mobil Anak Bangsa (MAB) misalnya, akan menambah kapasitas produksi bus listrik pada tahun depan menjadi 1.000 unit per tahun. Saat ini, MAB memiliki kapasitas produksi bus listrik sekitar 300 unit per tahun. MAB memproduksi bus listriknya di pabrik yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah.

Selain itu, ada PT Indika Energy Tbk (INDY) bersama Foxconn juga berkolaborasi membuat 5 bus listrik yang dipakai saat perhelatan KTT G20 lalu. INDY dan Foxconn juga disebut membuat perusahaan patungan untuk mengembangkan pabrik kendaraan listrik pada tahun 2023.

Anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), yaitu PT VKTR Teknologi Mobilitas juga berkecimpung di industri bus listrik. VKTR telah menjalin kerja sama dengan Transjakarta untuk memasok bus listrik kepada perusahaan transportasi umum tersebut.

Baca Juga: Indika Energy dan Foxconn Gaet Mitra Bisnis dari Thailand untuk Produksi Baterai EV

Ada pula PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) bekerja sama dengan Sinar Mas Land untuk pengadaan bus listrik senilai Rp 3,8 miliar yang akan beroperasi di wilayah BSD City.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menyampaikan, potensi penjualan bus listrik sangat besar di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan pasar yang tinggi dan biaya operasional bus listrik yang rendah. Bus listrik diyakini bakal lebih banyak dipakai di dalam kota.

“Untuk pemakaian antar provinsi masih perlu penambahan infrastruktur atau charging station yang masif,” kata dia, Kamis (17/11).

Pengamat Otomotif Bebin Djuana menambahkan, kebutuhan bus listrik sebagai transportasi umum sangat tinggi. Terlebih lagi, bus listrik bisa digunakan untuk peremajaan bus-bus konvensional di berbagai kota.

Namun, kembali lagi, infrastruktur penunjang seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga harus dikembangkan lebih gencar sejalan dengan pertumbuhan bus listrik. “SPKLU ini bisa dipasang di area pool bus antar kota,” imbuhnya.

Merujuk data Gaikindo, penjualan bus secara wholesales (pabrik ke dealer) selama Januari-Oktober tercatat sebanyak 2.034 unit atau melesat 94% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.048 unit. Hanya saja, pangsa pasar bus baru mencapai 0,2% dari total pangsa pasar industri otomotif nasional.

Dalam pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, jumlah bus listrik yang teregistrasi hingga 8 September 2022 baru mencapai 51 unit.

Baca Juga: MAB Ingin Tingkatkan Kapasitas Produksi Bus Listrik Jadi 1.000 Unit Per Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×