kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Proyek food estate Merauke jalan Juni mendatang


Rabu, 20 Mei 2015 / 10:42 WIB
ILUSTRASI. Poster Hari Anti Korupsi Sedunia 2023.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah mengejar target realisasi food estate. Tahun ini, pemerintah akan memulai membangun kawasan food estate di Merauke dan Papua. Pemerintah membagi luas lahan 1 juta hektar untuk food estate untuk dikelola BUMN dan swasta.

Setelah penetapan Merauke dan Papua sebagai lumbung pangan nasional. Kementerian Pertanian (Kemtan) mulai bergerak untuk merealisasikan kawasan food estate yang sejak tahun 2010 telah dicanangkan. Kemtan telah membentuk tim advance yang telah menyusun konsep pembangunan food estate hingga menyusun anggaran untuk rincian pembangunan food estate.

Tim advance dipimpin oleh Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian dan bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait. Seperti: Dinas PU, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Pemda Merauke dan Papua serta Badan Perancanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Sementara kementerian yang akan terlibat dalam pembangunan food esate adalah Kemtan, Kementerian BUMN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Keuangan.

Haryono, Kepala Badan Litbang dan Pengembangan Kemtan sekaligus Ketua Tim advance food estate menjelaskan, tim telah selesai membuat grand desain kawasan pangan di Merauke lanjut untuk ke Papua. "Kami sudah tentukan luas lahan 250.000 ha di distrik mana saja. Sudah ada urutannya hingga nanti genap 1 juta ha di tahun 2017. Tahun ini dimulai," tandas Haryono pada Rabu (20/5).

Rencananya dari 1 juta ha, sebanyak 250.000 ha mulai digarap tahun ini. Sisanya secara bertahap akan dikerjakan sampai tahun 2017. Sementara pembagian dari 1 juta ha akan dialokasikan sebanyak 75% digarap oleh BUMN yakni anak usaha dari Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yakni PT Pangan. Sisanya, 25% diserahkan ke swasta nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×