Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. SKK Migas bersama Conrad Asia Energy resmi memulai tahap implementasi Final Investment Decision (FID) Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Proyek ini dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL).
Penandaan dimulainya implementasi FID digelar Senin (2/3) di Kantor SKK Migas, Jakarta, dan dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto serta pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo.
Turut hadir perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Bank Negara Indonesia, serta jajaran manajemen SKK Migas.
Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Alihkan Rute Timur Tengah, Antisipasi Lonjakan Biaya
Lapangan Gas Mako menjadi bagian dari investasi strategis yang dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, WNEL selaku operator, dan PT Nations Natuna Barat, entitas di bawah Arsari Group yang akan menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Duyung. Dukungan pendanaan BNI memperkuat struktur pembiayaan dan tata kelola proyek guna memastikan keberlanjutan pengembangan hingga fase produksi pertama.
Untuk memastikan kepastian komersialisasi, WNEL telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (Gas Sales Agreement/GSA) dengan PLN EPI sebagai offtaker. GSA tersebut menjadi fondasi kelayakan proyek sekaligus menjamin penyerapan produksi gas Lapangan Mako bagi kebutuhan pembangkit listrik nasional.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, dimulainya implementasi FID Lapangan Gas Mako merupakan langkah strategis menjaga kesinambungan pasokan gas nasional.
"Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Gas Mako diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional serta mendukung kebutuhan energi dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, SKK Migas akan mengawal pelaksanaan proyek agar tepat waktu, tepat biaya, serta mengedepankan keselamatan dan kepatuhan regulasi.
Baca Juga: RKAB Nikel Dipangkas, Produksi Filipina Tak Bisa Tutup Kebutuhan Dalam Negeri
Proyek Mako memasuki fase utama pasca-FID yang mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi lepas pantai, hingga commissioning dan start-up. Rangkaian ini ditargetkan mengantarkan proyek menuju first gas pada kuartal IV 2027.
Chairman Conrad Asia Energy, Peter Botten, menyampaikan FID dapat terealisasi berkat kolaborasi erat para KKKS Wilayah Kerja Duyung, SKK Migas dan instansi pemerintah terkait, PLN EPI sebagai offtaker, serta mitra nasional yang memperkuat struktur proyek.
Lapangan Gas Mako diperkirakan mulai berproduksi (onstream) pada kuartal IV 2027 dan diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sektor hulu migas serta penguatan ketahanan energi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













