kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.179   71,25   1,17%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 352   8,63   2,51%
  • IDXHIDIV20 439   10,76   2,51%
  • IDX80 93   1,66   1,81%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 114   3,15   2,85%

Proyek LNG Abadi Masela Diresmikan, Kesejahteraan Masyarakat Lokal Harus Ditingkatkan


Jumat, 17 Juli 2026 / 15:16 WIB
Proyek LNG Abadi Masela Diresmikan, Kesejahteraan Masyarakat Lokal Harus Ditingkatkan
ILUSTRASI. Inpex Corporation (Dok/Inpex Corporation)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis (16/7/2026). 

Proyek hilirisasi energi ini memiliki potensi produksi mencapai 1.200 million standard cubic feet per day (mmscfd). Proyek ini diperkirakan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun. 

Sekretaris Eksekutif Garuda Institute, Alexander Waas menilai keberhasilan proyek tidak boleh hanya diukur dari nilai investasi dan produksi LNG, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, keterlibatan tenaga kerja lokal, pengusaha daerah, serta tumbuhnya industri pendukung di Maluku. 

Baca Juga: Pertamina Bantah Kabar Transporter Enggan Salurkan BBM, Jamin Distribusi Lancar

"Blok Masela harus menjadi contoh bahwa proyek strategis nasional tidak hanya menghasilkan devisa bagi negara, tetapi juga menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat di wilayah operasi," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).  

Menurutnya, pelibatan masyarakat lokal dalam pembangunan strategis menjadi hal yang krusial. Dengan begitu, tujuan pemerintah dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.  

"Masyarakat Maluku harus menjadi bagian dari rantai nilai pembangunan, bukan sekadar penonton di daerahnya sendiri," ujar tambahnya. 

Lebih lanjut, pihaknya turut mendorong percepatan pembangunan proyek dengan tata kelola yang baik, peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan vokasi dan sertifikasi, kebijakan afirmatif bagi pengusaha lokal dalam rantai pasok proyek, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendukung. 

Dengan demikian, Garuda Institute meyakini Blok Masela dapat menjadi fondasi penting bagi Indonesia yang mandiri energi dan berdaya saing global.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek. 

Ia menekankan pentingnya melibatkan putra daerah serta memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan proyek migas senilai US$ 20,9 miliar tersebut. 

Baca Juga: Pupuk Kaltim Pacu Transformasi Tersus Lewat Digitalisasi dan Konsep Hijau

"Komitmen tadi, mengutamakan putra daerah, membantu pengusaha-pengusaha lokal,” ujar Prabowo dalam meresmikan proyek strategis nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Istana Kepresidenan, Kamis (16/7/2026). 

Menurut Kepala Negara, pelibatan pengusaha lokal tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan kemampuan maupun pengalaman.  

Ia meminta perusahaan-perusahaan besar, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), ikut meningkatkan kapasitas pelaku usaha di daerah agar mampu terlibat dalam rantai pasok proyek strategis tersebut.  

"Kalau ada pengusaha lokal yang mungkin masih kurang kompetensinya, ya dibantu. Harus ada keberpihakan, ada affirmative action," katanya. 

Prabowo mengatakan dukungan tersebut dapat dilakukan melalui bantuan teknis dari BUMN, termasuk PT Pertamina maupun Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

"Nanti dari perusahaan-perusahaan BUMN, dari Danantara, dari Pertamina, mengarahkan bantuan-bantuan teknis," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×