kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Proyek Masela molor 8,3% dari target bulan Juli 2020


Senin, 24 Agustus 2020 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Inpex Corporation - perusahaan pertambangan minyak dan gas alias migas asal Jepang. Foto Dok Inpex Corporation


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

Henry melanjutkan, proses pengambilan data dan baterai diharapkan dapat kembali dilakukan pada September mendatang. Disisi lain, ia memastikan saat ini diskusi dengan SKK Migas dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) jga masih dilakukan untuk pengadaan lahan. "Kami sedang diskusi untuk anggarkan kegiatan di 2021, sudah diskusi untuk persetujuan," jelas Henry

Baca Juga: Masih dalam kajian, SKK Migas: Belum tentu split Blok Masela berubah

Mencari pembeli gas 

Ditengah sejumlah upaya pelaksanaan proyek, Dwi menjelaskan pihaknya juga terus berupaya mencari pembeli gas potensial. Dari dalam negeri, sudah ada kesepakatan dengan PT Perusahaan Listrik Negara dan PT Pupuk Indonesia.

Sementara penawaran ke calon pembeli luar negeri juga terus dilakukan antara lain dengan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), CPC Taiwan, China Petrochemical Corp (Sinopec) dan Kyushu Electric. "Saat ini diskusi lanjutan dengan PLN dan Pupuk Indonesia, nanti yang sudah bisa di atas 60%. Targetnya adalah minimum 80% untuk bisa lanjut ke Final Investment Decision (FID)," jelas Dwi.

Adapun, pelaksanaan FID diharapkan dapat tetap bisa terlaksana di tahun ini. Di sisi lain, Dwi mengungkapkan penyiapan Sumber Daya Manusia juga terus dilakukan. 

"Peningkatan SDM dan kapabilitas nasional saat ini pembahasan persiapan penyiapan tenaga kerja lokal dengan pemda provinsi Maluku kita bicarakan kemudian Pemda Maluku juga sudah menyiapkan pusat pusat pelatihan di sana dengan kerjasama dengan beberapa berbagai pihak termasuk Universitas Pattimura," pungkas Dwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×