kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PT Berdikari belum impor indukan ayam di 2017


Kamis, 14 Desember 2017 / 19:57 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini PT Berdikari (Persero) belum bisa melakukan impor bibit indukan ayam alias grand parent stock (GPS). Padahal, awalnya Berdikari menargetkan akan mulai mengimpor GPS pada November 2017.

Eko Taufik Wibowo, Direktur Utama PT Berdikari mengatakan, keterlambatan ini dikarenakan saat ini pihaknya masih mengurus dokumen teknis. "Masalah administrasi saja, tapi sudah hampir selesai," jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (14/12).

Eko menjelaskan, bila proses administrasi bisa diselesaikan pada minggu ini. Maka, impor GPS akan bisa diimpor pada Januari 2018.

Menurutnya, tahun depan ada kemungkinan pemasukan GPS yang dilakukan Berdikari lebih dari 35.000 ekor. Apalagi, jumlah 35.000 tersebut masuk dalam kuota tahun 2017.

"Tahun 2017 kami tentu akan meningkatkan produksi dan meminta kuota lebih banyak," tutur Eko.

Meski begitu, Eko yakin ke depannya tidak akan ada masalah. Menurutnya, melalui proses ini, Berdikari akan semakin memahami masalah administrasi dan ke depannya akan memiliki data-data pendukung yang lengkap.

Sementara itu, Eko pun menyebutkan bahwa peternakan broiler yang akan dirintis oleh Berdikari akan bekerja sama dengan BUMN lain yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). RNI akan menjadi penyedia lahan.

Dia pun mengungkap, dari dana yang dibutuhkan Rp 500 miliar untuk pembangunan peternakan ini baru sedikit yang dikeluarkan. Hal ini karena masih dalam persiapan kajian dan feasibility study.

Sayangnya, Eko tidak menyebutkan berada dana yang sudah digelontorkan. Namun, Eko menyebut, dana tersebut berasal dari Berdikari, RNI, Perbankan, dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×