kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

PT DI akan ekspor pesawat ke Afrika


Rabu, 08 Maret 2017 / 21:13 WIB
PT DI akan ekspor pesawat ke Afrika


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PT DI) akan mengekspor pesawat ke negara Afrika. Ekspor pesawat tersebut lewat dari A.D. Trade Ltd yang kemudian akan memasarkan ke sejumlah negara Afrika.

Budiman Saleh, Direktur Niaga dan Restruksisai PT Dirgantara Indonesia (DI) mengatakan, akan ada empat pesawat tipe CN-235 yang akan dikirim, yakni satu untuk Senegal, satu unit untuk Burkina Faso, dan satu unit untuk Republik Guinea.

"Nilai pesawat sekitar US$ 25 juta per unit," kata Budiman saat ditemui di Kementerian Perindustrian, Rabu (8/3).

Menurut Budiman, saat ini pasar ekspor jadi tujuan utama penjualan perusahaan ini setelah permintaan dalam negeri melemah. Sedangkan pemilihan perusahaan A.D Trade Ltd karena perusahaan tersebut telah menguasai sepertiga pasar dari negara Afrika.

"Tapi pihak Kementerian Perindustrian juga meminta agar nantinya tidak hanya pesawat tapi industri kapal dan militer pun bisa masuk ke pasar Afrika," tutur budiman.

Selain itu, tahun ini perusahaan pesawat pelat merah ini nantinya juga akan mengekspor pesawat NC-212i. Dua unit akan diekspor ke Thailand dan tujuh unit ke Filipina. Harga jualnya sebesar US$ 12 juta per unit.

Gaby Peretz, President Direktur A.D. Trade Ltd mengatakan pasar Afrika merupakan pasar yang punya peluang besar. Menurutnya industri asal Indonesia bisa mudah penetrasi ke pasar Afrika.

"Indonesia punya industri dan pengalaman yang bagus. Saya percaya tak hanya PT DI tapi juga industri lain bisa masuk," kata Gaby saat ditemui di Kementerian Perindustrian, Rabu (8/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×