kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PT Indorama Polyester investasi US$ 400 juta di sektor tekstil


Senin, 28 Maret 2011 / 22:23 WIB
ILUSTRASI. PMI manufaktur Indonesia merosot dari 43,5 pada bulan Maret menjadi 27,5 pada April 2020.


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Indorama Polyester Industries berencana menanamkan investasi sebesar US$ 400 juta untuk memperluas cakupan usahanya di sektor tekstil di Indonesia. Dana itu dipergunakan untuk mengakuisisi dan membangun pabrik polyester.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, investasi sebesar US$ 400 juta itu untuk membangun pabrik Polyester dan akusisi pabrik SK Keris yang akan dilakukan tahun ini. "Untuk akuisisi SK Keris, dananya sekitar US$ 200 juta," kata Gita di sela-sela pertemuan dengan Menteri Perindustrian, Senin (28/3).

Pabrik polyester itu rencananya akan dibangun di Purwakarta. Gita mengatakan Indorama sendiri sudah memiliki pangsa pasar cukup besar di Indonesia sekitar 20%-30% dari total kebutuhan polyester dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan investasi yang dilakukan Indorama akan berdampak bagus bagi industri di Indonesia. Menurutnya banyaknya industri yang menggelar ekspansi menunjukkan bahwa industri tekstil dalam negeri sangat menarik.

Selanjutnya, pemerintah harus mulai mempersiapkan industri hilir yaitu industri garmen. "Pemerintah harus memberikan karpet merah bagi industri garmen agar banyak yang masuk," ungkap Ade.

Selain itu, pemerintah juga harus mempersiapkan infrastruktur yang memadai seperti jalan tol di Cikokok untuk mendukung industri garmen yang di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pemerintah juga harus memberi kepastian energi listrik dan bahan baku utama industri dalam negeri.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×