kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

PT KA Teken Kontrak Angkut Baja Krakatau Steel


Kamis, 18 Februari 2010 / 13:39 WIB
PT KA Teken Kontrak Angkut Baja Krakatau Steel


Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Test Test



JAKARTA. Transportasi angkutan menjadi faktor penting kelancaran proses suatu usaha. Hal ini yang mendasari PT Kereta Api (Persero) atau PTKA meneken kontrak kerjasama angkutan barang dengan PT Krakatau Steel (KS).

Direktur Utama PTKA Ignasius Jonan menyebut kontrak sudah diteken akhir bulan lalu, dimana KS meminta perseroan untuk mengangkut plat baja produksinya dari Cilegon ke Surabaya.

"Kita pakai track yang sudah ada, jadi tidak perlu investasi baru. Jumlahnya saya tidak ingat, tapi dalam seminggu ada tiga sampai lima KA yang digunakan untuk mengangkut plat baja ke Surabaya," kata Jonan, Kamis (18/2).

Jonan juga mengaku tidak ingat berapa tarif yang dikenakan PTKA atas jasanya itu. Yang pasti, menurut Jonan satu rangkaian KA berisi 12 gerbong flat beregristrasi PPJW yang khusus digunakan untuk mengangkut barang yang panjang. "Sejauh ini sudah ada KA yang diberangkatkan ke Surabaya," tambahnya.

Menurutnya, kontrak dengan KS tersebut berlaku untuk satu tahun. Dimana untuk tahun berikutnya, kontrak tersebut akan dievaluasi. "PTKA punya target dalam 5 tahun ke depan, bisnis angkutan barang akan meningkat dari 10 juta ton menjadi 22 juta ton per tahun," jelas Jonan.

Akhir tahun lalu, PTKA sudah mengantongi kerjasama pengangkutan hasil industri di wilayah Sukabumi dengan PT Sukabumi Tridaya Transport (STT) serta menambah kapasitas angkutan batubara dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×