kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PT Timah (TINS) Ungkap Penyebab Penurunan Produksi Bijih Timah 26% di 2023


Rabu, 03 April 2024 / 06:12 WIB
PT Timah (TINS) Ungkap Penyebab Penurunan Produksi Bijih Timah 26% di 2023
ILUSTRASI. Tambang timah PT Timah Tbk di Pemali, Bangka TINS targetkan produksi timah 70.000 per ton


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk (TINS) mengungkapkan, penyebab produksi bijih timah yang mengalami penurunan 26% pada tahun lalu.

TINS mencatatkan penurunan kinerja yang signifikan pada tahun lalu disebabkan maraknya praktik tambang ilegal dan penurunan harga timah dunia.

Direktur Utama TINS Ahmad Dani Virsal menerangkan, pada tahun lalu TINS mencatatkan produksi bijih timah mencapai 14.855 ton, turun 26% jika dibandingkan dengan realisasi produksi tahun 2022 sebesar 20.079 ton. 

Baca Juga: Komisi VI DPR akan Bentuk Panja Bahas Kasus Dugaan Korupsi PT Timah (TINS)

"Produksi 2022 pun juga lebih rendah dibandingkan produksi 2021. Tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Dunia kebanjiran pasokan timah yang membuat harga menurun" kata Dani dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Selasa (2/4).

Ia menjelaskan, produksi logam timah TINS sepanjang 2023 juga mengalami penurunan 23% YoY menjadi 15.340 metrik ton dan penjualan logam timah terkoreksi 31% YoY menjadi 14.385 metrik ton.

Menurut Dani, penurunan volume penjualan logam timah dan penurunan harga jual logam dikarenakan pelemahan harga jual rata-rata logam timah. Akibatnya, pendapatan TINS menurun 33% di tahun 2023.

 

Harga jual rerata logam timah juga mengalami penurunan, sebesar US$26.583 per metrik ton atau lebih rendah 84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$31.474 per metrik ton.

Selain karena penurunan volume penjualan dan penurunan harga jual rerata timah, TINS menyatakan lambatnya pemulihan perekonomian global dan domestik, lemahnya permintaan timah karena tingginya persediaan LME berdampak pada menurunnya ekspor timah Indonesia sejak tahun 2022 sampai dengan saat ini.

Baca Juga: Perkara Dugaan Korupsi Komoditas Timah, Kejagung Geledah Rumah Suami Sandra Dewi

Tahun ini, TINS akan berfokus pada peningkatan produksi melalui penambahan alat tambang dan pembukaan lokasi baru, strategi recovery plan dan program efisiensi berkelanjutan.

Sebagai tambahan, sampai dengan akhir tahun 2023, TINS telah mencatatkan ekspor timah sebesar 92% dengan 6 besar negara tujuan ekspor meliputi Jepang 17%; Korea Selatan 13%; Belanda 11%; India 9%; Taiwan 9% dan Amerika Serikat 8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×