kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

PTPP miliki empat kontrak besar hingga pertengahan Februari 2020


Jumat, 14 Februari 2020 / 19:01 WIB
PTPP miliki empat kontrak besar hingga pertengahan Februari 2020
ILUSTRASI. PT PP (Persero) Tbk hingga saat ini dapatkan 4 kontrak besar. KONTAN/Baihaki/8/7/2019

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP (Persero) Tbk hingga saat ini dapatkan 4 kontrak besar. Terbaru berasal dari proyek pengembangan Manado Marina Bay.

Direktur PP, M. Aprindi menyebutkan beberapa kontrak yang berhasil didapatkan bersumber dari berbagai macam baik dari pemerintah, BUMN, maupun swasta. "Saat ini proyek besar cukup banyak sekitar 3-4 proyek," ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (14/2).

Baca Juga: Pelindo IV groundbreaking proyek Manado Marina Bay

Ia menyebutkan beberapa proyek yang didapatkan dari pengerjaan proyek Pollux Technopolis besutan PT Pollux Lito Karawang. Kemudian, juga dari proyek Patimban paket III dan proyek pembangunan smelter grade alumina refinery yang berkapasitas 1 juta ton per tahun milik PT Borneo Alumina Indonesia.

Sekedar tahu saja, untuk pengerjaan proyek Pollux Technopolis yang bernilai Rp 3,5 triliun perseroan sebagai kontraktor mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp 300 miliar. Namun, dari kontrak-kontrak lainnya Aprindy mengaku tidak hafal secara rinci nilainya.

Sekedar informasi, untuk proyek Patimban paket III bernilai Rp 524 miliar. Kemudian proyek smelter nilai kontrak keseluruhan sebesar US$ 695 juta. Adapun PP memiliki porsi saham 25% dari proyek tersebut sehingga menggenggam kontrak sebesar US$ 174 juta atau setara Rp 2,6 triliun.

Baca Juga: Kebanjiran Proyek, BUMN Karya Makin Tajir

Terbaru, pihaknya baru saja melakukan prosesi peletakan batu pertama proyek Manado Marina Bay. Adapun investasi dari proyek itu sebesar Rp 1 triliun. Sayang, untuk nilai kontrak yang didapatkan melalui proyek tersebut belum diungkapnya.

Ia bilang bahwa pengembangan ke depan atas proyek tersebut meliputi hotel bintang 4, convention, waterfront, ritel, beach club, serta dermaga cruise dan yacht. Terkait detil dari kerjasama tersebut, perseroan masih belum buka-bukaan. "Saat ini masih kalkulasi seperti apa share antara kami yang pasti itu tanahnya Pelindo IV," tuturnya.

Aprindi menyebut untuk bidikan kontrak selanjutnya pihaknya tak fokus pada segmen bisnis tertentu. "Yang terpenting proyek investasi harus prudent dan secara bisnis bisa mendukung peningkatan korporasi," tuturnya. Lanjutnya, dari portofolio pemberi kerja ia menyebut masih ada dari BUMN/BUMD, pemerintah, dan swasta.





Close [X]
×