kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Punya Potensi Besar, Peluang Ekspor Biomassa Sampai ke Jepang Hingga Korea Selatan


Jumat, 29 Mei 2026 / 16:42 WIB
Punya Potensi Besar, Peluang Ekspor Biomassa Sampai ke Jepang Hingga Korea Selatan
ILUSTRASI. Pekerja di Sektor Biomassa (Dok/biomassa)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bauran energi bersih dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) terus dipacu melalui pengembangan sektor biomassa di tanah air. 

Langkah ini dinilai strategis mengingat komoditas berbasis bahan organik tersebut memiliki potensi bahan baku yang sangat melimpah dari berbagai sektor di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP), Bisman Bakhtiar menyatakan, Indonesia diuntungkan dengan ketersediaan lahan hijau yang luas sebagai sumber pasokan utama.

Baca Juga: Potensi Biomassa RI Melimpah, Investasi Energi Hijau Masih Bergerak Lambat

"Potensinya bagus, sangat besar, karena kita kan punya perkebunan, hutan dan pertanian besar yang limbahnya bisa dimanfaatkan jadi biomassa, termasuk juga sampah organik di berbagai daerah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (29/5/2026).

Bisman mengatakan, pengelolaan lini bisnis komoditas ini memiliki prospek cerah ke depan karena bisa dioptimalkan menjadi sumber energi andalan untuk mendukung program transisi energi nasional. 

Tidak hanya untuk kebutuhan domestik, lanjut dia, jika digarap secara serius, komoditas ramah lingkungan ini juga memiliki peluang pasar ekspor yang cukup menjanjikan di pasar global.

"Kalo ini diseriusi peluang ekspornya cukup besar, karena punya keunggulan sumber energi yang rendah karbon, ini dibutuhkan dan bisa masuk ke banyak negara, misalnya Jepang dan Korsel," lanjut Bisman. 

Dia bilang, tren positif ini tercermin dari meningkatnya minat investasi dan kapasitas pengolahan pabrik wood pellet dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Meski demikian, pelaku usaha dinilai masih harus menghadapi sejumlah tantangan berat agar industri ini bisa berkelanjutan, mulai dari aspek jaminan ketersediaan pasokan hingga biaya pengiriman. 

"Tantangannya itu kepastian pasokan bahan baku yang harus dijamin konsisten dan berkelanjutan. Juga tantangan biaya logistik yang masih relatif tinggi," ungkap Bisman.

Baca Juga: Masuk Bisnis Biomassa, Pabrik Wood Pellet Mitrabara (MBAP) Segera Beroperasi

Di sisi lain, Bisman menambahkan bahwa kepastian asal-usul bahan baku juga menjadi perhatian serius bagi para pembeli di pasar internasional saat ini. 

"Selain itu juga isu lingkungan menjadi perhatian global terkait jaminan bahwa bahan baku benar-benar berasal dari limbah," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×