kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Masuk Bisnis Biomassa, Pabrik Wood Pellet Mitrabara (MBAP) Segera Beroperasi


Rabu, 20 Mei 2026 / 18:53 WIB
Masuk Bisnis Biomassa, Pabrik Wood Pellet Mitrabara (MBAP) Segera Beroperasi
ILUSTRASI. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) (Dok/MBAP)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menargetkan pengapalan perdana produk wood pellet pada kuartal III-2026. Bisnis wood pellet ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis ke sektor energi baru terbarukan (EBT).

Direktur PT Mitrabara Adiperdana Tbk Helmy Paramaditya mengungkapkan, pembangunan pabrik wood pellet perusahaan melalui anak usaha PT Malinao Hijau Lestari saat ini telah mencapai 95% dan tengah memasuki tahap commissioning.

"Untuk tahun 2025 ini kami sudah menyelesaikan pembangunan mencapai 95%, dan kemudian saat ini sedang tahap commissioning dan ditargetkan untuk pengapalan pertama itu rencananya akan kami lakukan pada kuartal II akhir atau awal kuartal III-2026," ” ujar Helmy dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas KKKS pada Tahun 2026

Menurut Helmy, perusahaan melihat prospek bisnis biomassa masih sangat terbuka, terutama dari pasar ekspor Asia seperti Jepang dan Korea Selatan yang terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Direktur PT Mitrabara Adiperdana Tbk Dani Prastiadi menambahkan, tren penggunaan wood pellet global terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Tren penggunaan wood pellet terus berkembang. Permintaan dunia naik dari 14 juta ton di tahun 2017 menjadi 36 juta ton pada tahun 2027 diproyeksikan," ujar Dani.

Menurut dia, pertumbuhan permintaan terbesar berasal dari pasar Asia. Konsumsi wood pellet di Korea Selatan dan Jepang diproyeksikan meningkat dari sekitar 4 juta ton pada 2017 menjadi 8,5 juta ton pada 2027.

Baca Juga: Cadangan Batubara Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara (MBAP) Siap Akuisisi Tambang Baru

Dus, Mitrabara menilai momentum tersebut menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan di luar bisnis batubara.

Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk Khoirudin menambahkan, pengembangan bisnis biomassa juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan di wilayah tambang Malinau, Kalimantan Utara.

Menurut dia, pabrik biomassa dibangun di area bekas tambang yang sebelumnya telah selesai ditambang pada 2015-2016.

“Jadi harapannya kegiatan usaha tetap berlangsung tidak berhenti hanya sebatas kegiatan penambangan saja tapi juga berlanjut bahkan sustainable secara jangka panjang dengan kehadiran pabrik biomassa di lokasi tersebut,” kata Khoirudin.

Selain biomassa, Mitrabara juga mengembangkan bisnis energi surya melalui PT Masdar Mitra Solar Radiance dengan kapasitas terpasang mencapai 30,97 megawatt peak (MWp). Tahun ini, perusahaan juga memperoleh tambahan kuota pemasangan PLTS sebesar 12 MWp dan berpotensi bertambah sekitar 16 MWp pada semester II-2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×