kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

PUPR sebut enam kota di luar Jawa ini akan disulap jadi metropolitan


Senin, 07 Oktober 2019 / 15:51 WIB

PUPR sebut enam kota di luar Jawa ini akan disulap jadi metropolitan
ILUSTRASI. Masjid 99 Kubah di Pantai Losari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Enam kota di luar Pulau Jawa akan dikembangkan menjadi kawasan metropolitan. Satu di antaranya yaitu kawasan ibu kota negara (IKN) baru yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Passer Utara di Kalimantan Timur.  Sedangkan lima lainnya yaitu Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Denpasar.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, pengembangan kota-kota tersebut dalam rangka pemerataan pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

“Dengan adanya pengembangan kota metropolitan diharapkan dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih besar pada peningkatan PDB Nasional,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (7/10).

Baca Juga: Tingkatkan pemerataan pembangunan, pengembangan kota-kota di luar Jawa di dorong

Berdasarkan kajian Bappenas, Basuki menjelaskan, setiap pertumbuhan satu % penduduk perkotaan akan meningkatkan 1,4 % PDB per kapita.

Jumlah tersebut masih terbilang minim bila dibandingkan China dengan 1 % pertumbuhan penduduk berkontribusi minimal 3 % PDB per kapita maupun di Asia Timur dan Pasifik yang mencapai 2,7 %.

"Artinya Indonesia belum cukup efisien dan produktif dibanding negara-negara tetangga," kata Basuki.

Dia menambahkan, pembangunan kota-kota di luar Pulau Jawa juga untuk melanjutkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang telah membangun fondasi pembangunan l lebih tangguh, lebih produktif, dan merata.

Baca Juga: Kemenkeu belum tetapkan kebijakan terkait tambahan kuota FLPP 2019

Pondasi bagi pembangunan Indonesia-sentris, bukan Jawa-sentris, salah satunya dalam percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia. 

Basuki menuturkan, diperlukan pengelolaan urbanisasi yang optimal agar investasi yang masuk lebih atraktif.


Sumber : Kompas.com
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×