Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berhasil meningkatkan efisiensi energi sekaligus kapasitas produksi Ammonia Pabrik-2 setelah menjalankan proyek revamping bersama Casale SA.
Melalui proyek tersebut, konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun lebih dari 10%. Efisiensi ini diproyeksikan memberikan penghematan biaya produksi hingga US$ 14,3 juta atau sekitar Rp 228 miliar per tahun.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan keberhasilan revamping tersebut menunjukkan peningkatan kinerja pabrik yang telah beroperasi sejak 1984.
Baca Juga: Stok Berlimpah Bebani Pasar, Harga Nikel Kuartal IV 2026 Diproyeksi Bergerak Volatil
"Proyek revamping ini menunjukkan hasil nyata. Pabrik yang beroperasi sejak 1984 kini memakai energi lebih sedikit dan menghasilkan amonia lebih banyak, sesuai target yang kami sepakati bersama," ujar Rafli dalam keterangan resmi, Rabu (7/10/2026).
Keberhasilan tersebut ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bersama atau Joint Declaration antara Pupuk Kaltim dan Casale SA di Lugano, Swiss, pada 6 Oktober 2026.
Deklarasi ditandatangani oleh Direktur Operasi Pupuk Kaltim Teguh Ismartono dan Chief Executive Officer Casale SA Federico Zardi.
Sebelumnya, Pupuk Kaltim dan Casale SA melakukan uji kinerja selama 168 jam atau tujuh hari berturut-turut pada Agustus 2026. Dalam pengujian tersebut, kinerja pabrik diukur berdasarkan target yang telah disepakati kedua perusahaan.
Hasilnya, konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun dari 39,28 MMBTU per ton amonia menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Artinya, terjadi penghematan sebesar 4,03 MMBTU per ton amonia, melampaui target minimal penghematan 4 MMBTU per ton amonia.
Selain menghemat energi, proyek revamping juga meningkatkan kapasitas produksi amonia Pabrik-2.
Rata-rata produksi amonia meningkat menjadi 1.841 ton per hari, dari sebelumnya 1.767 ton per hari. Dengan demikian, kapasitas produksi meningkat sekitar 4,18%.
Menurut Rafli, peningkatan kapasitas tersebut akan memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea.
"Untuk Pupuk Kaltim, capaian ini mencerminkan komitmen kami untuk selalu menerapkan operational excellence. Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional," jelasnya.
Gas bumi menjadi bahan baku sekaligus sumber energi utama dalam proses produksi amonia. Karena itu, penurunan konsumsi energi secara langsung berdampak terhadap efisiensi biaya produksi.
Baca Juga: Okupansi Capai 87%, SCBD Jadi Lokomotif Pemulihan Pasar Perkantoran Jakarta
Tak hanya meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi, revamping Ammonia Pabrik-2 juga mendukung upaya dekarbonisasi Pupuk Kaltim.
Proyek tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi sekitar 110.000 ton CO2 per tahun.
Revamping dilakukan dengan memperbarui sejumlah komponen utama pabrik, antara lain shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system, serta mengintegrasikan sistem kendali Distributed Control System (DCS).
Pendekatan revamping dipilih dengan mempertahankan sebagian besar infrastruktur pabrik yang sudah ada, dibandingkan membangun fasilitas baru.
Pekerjaan tersebut dilakukan bersama Casale SA, perusahaan asal Lugano, Swiss, yang telah berdiri sejak 1921 dan bergerak di bidang teknologi, rekayasa, serta konstruksi fasilitas produksi amonia, urea, metanol dan pupuk lainnya.
CEO Casale SA Federico Zardi mengatakan pihaknya ingin membangun kerja sama jangka panjang dengan Pupuk Kaltim melalui pendekatan kolaboratif.
"Kami sangat bangga dapat bekerja sama dan membantu meningkatkan kinerja serta efisiensi Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim. Kami melihat ini sebagai awal dari kemitraan yang kuat," ujar Federico.
Ia menambahkan, Casale SA ingin melanjutkan pendekatan tersebut dalam proyek-proyek berikutnya bersama Pupuk Kaltim.
Rafli mengatakan capaian revamping Ammonia Pabrik-2 akan menjadi pijakan bagi Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan efisiensi operasional.
"Tugas kami berikutnya adalah memastikan pabrik yang kini lebih efisien ini beroperasi secara andal, sehingga pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi," pungkasnya.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Permintaan Apartemen Jakarta Justru Naik, Ini Penyebabnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














