kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Pupuk Kujang Mendapat Jatah Gas dari Terminal LNG Pertamina


Jumat, 22 Januari 2010 / 17:08 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie

JAKARTA. PT Pupuk Kujang menjadi pihak pertama yang berhak mendapatkan jatah pasokan gas yang berasal dari terminal receiving energy LNG yang akan dibangun oleh Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Terminal LNG yang dibangun di Jawa Barat itu, selain memasok gas untuk PLN, juga memberikan pasokan gas untuk industri pupuk.

"Pasokan gas untuk pupuk Kujang sebesar 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFD)," ujar Dirjen Minyak dan gas, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita herawati Legowo kepada KONTAN, Jumat (22/01). Selain Pupuk Kujang yang mendapatkan pasokan gas, industri pupuk lainnya seperti PT Petrokimia Gresik (PKG), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) juga mendapatkan alokasi gas.

Evita menyatakan hingga 2025, Kementrian ESDM sudah memiliki alokasi untuk industri pupuk. Seperti misalnya, PKG akan mendapatkan pasokan gas dari Cepu. Sedangkan untuk PKT berasal dari Blok Mahakam, Blok Sebuku dan Blok Rapal serta Ganal yang akan dipasok secara bergantian. Sedangkan untuk PT Pusri akan mendapatkan jatah gas yang berasal dari Tangguh train 3.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×