kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Pusat perbelanjaan sepi pengunjung, ini kata pelaku usaha


Senin, 16 Maret 2020 / 21:57 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung di sebuah Pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Senin (16/3). Hippindo mengungkapkan telah merasakan adanya perubahan aktivitas sosial di pusat perbelanjaan akibat dampak corona. KONTAN/Baihaki/16/3/2020


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Peritel dan Penyedia Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengungkapkan telah merasakan adanya perubahan aktivitas sosial di pusat perbelanjaan akibat dampak corona (Covid-19), terutama setelah pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah. 

Dewan Penasehat Himpunan Peritel dan Penyedia Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menjelaskan adanya himbauan untuk membatasi pergerakan tentu berdampak pada pusat perbelanjaan. 

Baca Juga: Gara-gara corona, pengunjung KFC pun jadi menurun

"Manusiawi sekali kok orang menghindar dari keramaian dan tidak mau berlama-lama di pusat perbelanjaan karena khawatir penularan virus," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (16/3). 

Tutum bilang karena belum ada himbauan lock down, pusat perbelanjaan masih buka seperti biasanya. Namun, adanya himbauan dari pemerintah untuk membatasi pergerakan masyarakat, aktivitas sosial jadi terpengaruh. Bisa dilihat dari pengunjung pusat perbelanjaan yang hanya datang untuk membeli kebutuhan pokok. 

Tutum menggambarkan dampak yang dirasakan oleh pelaku pusat perbelanjaan karena adanya dampak corona. "Pusat perbelanjaan yang biasanya didatangi untuk rekreasi, membeli baju, atau menjadi tempat pertemuan, saat ini jadi berubah. Pertemuan orang di kafe atau restoran menjadi kurang drastis," jelasnya. 

Baca Juga: Pasokan bahan pokok di Jatim aman, Khofifah harap tak ada panic buying

Adapun Tutum belum bisa memproyeksikan berapa potensi kerugian yang harus ditanggung pusat perbelanjaan akibat corona. Katanya masih banyak momentum yang harus dilewati di sepanjang tahun ini, yang terdekat adalah bulan Ramadaan dan Idul Fitri. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×