kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Putra Soegama luncurkan Naira Residence di Serpong mulai Rp 850 jutaan


Minggu, 03 November 2019 / 18:52 WIB

Putra Soegama luncurkan Naira Residence di Serpong mulai Rp 850 jutaan
ILUSTRASI. Perumahan di kawasan Tangerang Selatan, Banten, Selasa (30/7).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Putra Soegama Land melaui anak usahanya PT Kurnia Putra Soegama (KPS) resmi meluncurkan proyek perumahan terbarunya bertajuk Naira Residence. Proyek ini menyasar pembeli dari end user atau pembeli rumah pertama.

Proyek anyar ini berlokasi di kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Dikembangkan di lahan seluas 2 hektare (ha), Naira Residence merangkum 110 unit rumah dua lantai dengan tiga ruko.

Baca Juga: Tahun depan, Plataran Indonesia akan buka resto kedua di Jepang

Ada dua pilihan unit yang ditawarkan yakni tipe Jade seluas 47/66 meter persegi (m2) dan Tipe Ruby (60/84 m2) yang dibandrol seharga mulai dari Rp 850 jutaan hingga Rp 1,1 miliar. Sementara ruko ditawarkan seharga Rp 1,7 miliar per unit.

Kurnia Putra Soegama menargetkan seluruh unit yang ditawarkan akan terjual seluruhnya tahun ini. Nilai penjualan yang dibidik dari proyek ini mencapai sekitar Rp 100 miliar.

Komisaris PT Putra Soegama Land, Frans Yoga Soegama, kehadiran Naira Residence mendapat respon cukup baik dari konsumen. Sebetulnya sebelum resmi diluncurkan, Kurnia Putraa Soegama sudah melakukan pra pemasaran pada April 2019 lalu.

"Sejak pra pemasaran sudah terjual lebih dari 50 unit," ungkap Yoga dalam keterangan resminya dikutip Minggu (3/11).

Dari jumlah yang terjual itu yang paling laku adalah harga Rp 1,1 miliar dengan cara pembayaran cash keras dan cash bertahap ke pengembang.

Baca Juga: Ini proyek-proyek yang jadi fokus Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) di tahun 2020

Dari situ, KSP melihat bahwa kebutuhan akan hunian untuk ditinggali masih besar. Pengembang hanya perlu jeli menghadirkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar itu.

Yoga menambahkan, Naira Residence dikonsep sebagai rumah tumbuh dimana di bagian belakang hunian disediakan tanah kosong. Tujuannya, saat anggota keluar pembeli nantinya bertambah, masih ada ruang bagi mereka untuk menambah kamar.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×