kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.733   65,00   0,37%
  • IDX 6.094   -1,21   -0,02%
  • KOMPAS100 803   -1,25   -0,15%
  • LQ45 614   -2,27   -0,37%
  • ISSI 215   0,72   0,34%
  • IDX30 351   -0,81   -0,23%
  • IDXHIDIV20 434   -5,14   -1,17%
  • IDX80 93   0,04   0,05%
  • IDXV30 121   -0,35   -0,29%
  • IDXQ30 114   -1,58   -1,37%

Ramadan, permintaan minyak goreng 20 juta liter


Selasa, 16 Mei 2017 / 19:44 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Permintaan terhadap produk minyak goreng menyambut Ramadan dan Lebaran 2017 diprediksi meningkat. Oleh karena itu, pasokan dan ketersediaan minyak goreng di pasaran harus tersedia.

Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor mengatakan, kebutuhan minyak goreng untuk Lebaran memang meningkat dibandingkan dengan kondisi normal. Jika selama ini rata-rata kebutuhan minyak goreng 13 juta-14 juta liter per bulan, maka saat Ramadan dan Lebaran permintaan minyak goreng naik menjadi 20 juta liter.

Namun, para produsen minyak goreng telah berkomitmen kepada pemerintah untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng selama momen tersebut.

"Untuk ketersediaan minyak goreng tidak ada masalah, kami produsen minyak goreng sudah menyatakan menyanggupi semua kebutuhan kepada Kementerian Perdagangan (Kemdag)," ujar Tumanggor, Selasa (16/5).

Tumanggor menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, produsen minyak goreng sudah menyediakan stok. Produsen minyak goreng tidak khawatir apabila peningkatan permintaan diluar prediksi, karena saat ini sudah ada stok yang siap dikeluarkan sebesar 1,5 juta ton ke pasar.

Lanjutnya, tren kenaikan harga crude palm oil (CPO) menjelang Ramadan tidak akan berpengaruh pada kenaikan harga minyak goreng. "Walapun ada kenaikan harga CPO, kami tetap berkomitmen pada harga yang telah ditetapkan pemerintah," imbuh Tumanggor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×