kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ramai-ramai investor asing bangun pabrik kakao


Selasa, 15 Juli 2014 / 15:08 WIB
Ramai-ramai investor asing bangun pabrik kakao
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah dalam sepekan tercatat sebesar 1,61% ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bersiaplah atas gempuran investor asing di Indonesia pada sektor agribisnis. Pada komoditas kakao, tahun ini tiga investor asing dari negeri tetangga siap beroperasi di Indonesia. Total nilai investasi diperkirakan mencapai US$ 120 juta untuk pembangunan pabrik kakao.

Olam International Limited (Olam) asal Singapura akan membangun fasilitas pengolahan kakao di Indonesia. Nilai investasi ditaksi mencapai US$ 61 juta dengan kapasitas awal pabrik mencapai 60.000 metrik ton.

Pabrik akan menghasilkan cocoa butter, cocoa cake dan bubuk kakao kualitas tinggi. Nantinya, Olam akan mengandalkan 32.000 petani yang memasok bahan baku. Plus bahan baku kacang-kacangan dari Afrika.

Pieter Jasman, Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia mengatakan, dua investor lain yang turut membangun pabrik kakao di Indonesia adalah JB Cacao dan Asia Caco Indonesia yang keduanya berasal dari Malaysia.

"Mereka semua mulai pembangunan pabrik tahun ini. Nilai investasi masing-masing pabrik berkisar antara US$ 20 juta sampai US$ 30 juta," kata Pieter pada hari ini (15/7).

Sementara dari dalam negri tidak ketinggalan April lalu Group Kalla telah mengoperasikan pabrik biji kakao. Pieter menjelaskan tingginya minat investor asing menanamkan modal di Indonesia karena prospek kakao dinilai masih tinggi. Sekalipun saat ini dari segi kualitas biji kakao tanah air masih rendah. Namun peluang bisnis kakao secara jangka panjang masih cerah. "Karena secara kualitas produksi meski saat ini masih kurang tapi kan bisa diperbaiki," imbuh Piter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×