kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ramai-ramai investor asing bangun pabrik kakao


Selasa, 15 Juli 2014 / 15:08 WIB
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah dalam sepekan tercatat sebesar 1,61% ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bersiaplah atas gempuran investor asing di Indonesia pada sektor agribisnis. Pada komoditas kakao, tahun ini tiga investor asing dari negeri tetangga siap beroperasi di Indonesia. Total nilai investasi diperkirakan mencapai US$ 120 juta untuk pembangunan pabrik kakao.

Olam International Limited (Olam) asal Singapura akan membangun fasilitas pengolahan kakao di Indonesia. Nilai investasi ditaksi mencapai US$ 61 juta dengan kapasitas awal pabrik mencapai 60.000 metrik ton.

Pabrik akan menghasilkan cocoa butter, cocoa cake dan bubuk kakao kualitas tinggi. Nantinya, Olam akan mengandalkan 32.000 petani yang memasok bahan baku. Plus bahan baku kacang-kacangan dari Afrika.

Pieter Jasman, Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia mengatakan, dua investor lain yang turut membangun pabrik kakao di Indonesia adalah JB Cacao dan Asia Caco Indonesia yang keduanya berasal dari Malaysia.

"Mereka semua mulai pembangunan pabrik tahun ini. Nilai investasi masing-masing pabrik berkisar antara US$ 20 juta sampai US$ 30 juta," kata Pieter pada hari ini (15/7).

Sementara dari dalam negri tidak ketinggalan April lalu Group Kalla telah mengoperasikan pabrik biji kakao. Pieter menjelaskan tingginya minat investor asing menanamkan modal di Indonesia karena prospek kakao dinilai masih tinggi. Sekalipun saat ini dari segi kualitas biji kakao tanah air masih rendah. Namun peluang bisnis kakao secara jangka panjang masih cerah. "Karena secara kualitas produksi meski saat ini masih kurang tapi kan bisa diperbaiki," imbuh Piter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×