kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

RANC Pasang Target Pendapatan Rp 3,39 Triliun pada 2026, Kerugian Diproyeksi Menyusut


Rabu, 03 Juni 2026 / 17:31 WIB
RANC Pasang Target Pendapatan Rp 3,39 Triliun pada 2026, Kerugian Diproyeksi Menyusut
ILUSTRASI. Pembukaan Ranch Market - PT Supra Boga Lestari Tbk (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan ritel premium dan modern, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) membidik pertumbuhan kinerja positif seiring rencana ekspansi dan penguatan penjualan pada gerai existing sepanjang tahun ini. 

Direktur RANC Hady Purnama mengatakan bahwa memasuki tahun 2026, Perseroan melangkah dengan optimisme yang terukur. Manajemen menargetkan perolehan pendapatan bersih sebesar Rp 3,39 triliun pada 2026, atau bertumbuh16,30% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sementara dari sisi bottom line, Supra Boga Lestari diproyeksikan masih tetap membukukan kerugian senilai Rp 19,97 miliar. Angka tersebut menurun jika dibandingkan rugi tahun berjalan tahun 2025 yang sebesar Rp 53,96 miliar. 

Baca Juga: Merger KAI-INKA Makin Dekat, Akuisisi Ditargetkan Tuntas November 2026

“Dalam jangka menengah, Perseroan menargetkan perbaikan kinerja secara bertahap menuju profitabilitas, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kelestarian lingkungan,” ungkap Hady, dalam Agenda Paparan Publik, Rabu (3/6). 

Ia melanjutkan, untuk mencapai target kinerja tahun ini strategi bisnis RANC difokuskan pada beberapa hal utama, antara lain penguatan kualitas layanan, ketersediaan produk, serta pengalaman berbelanja pelanggan. 

Strategi tersebut tentunya akan didukung oleh berbagai program pemasaran dan promosi yang efektif.

RANC juga bakal terus memperluas pilihan produk yang relevan, termasuk produk berkualitas dan ramah lingkungan, seiring dengan upaya mendorong efisiensi operasional secara berkelanjutan di seluruh jaringan gerai.

Di samping itu, perusahaan tetap terbuka terhadap peluang ekspansi gerai yang akan diambil secara selektif dan penuh kehati-hatian. Hal ini sejalan dengan kondisi makro ekonomi nasional dan geopolitik global yang menjadi pertimbangan serius dalam rencana ekspansi perusahaan. 

“Kami menegaskan bahwa RANC tidak menahan ekspansi, melainkan bahwa kami melakukan restrukturisasi dan prioritas ekspansi tetap sejalan dengan kondisi yang ada,” jelasnya. 

RANC sendiri berencana membuka tiga hingga empat gerai baru yang berlokasi di Jakarta dan Semarang. 

Hardy menyebut, perusahaan sudah merealisasikan pembukaan tiga gerai anyar tersebut pada kuartal pertama lalu. Sementara satu gerai lagi diproyeksikan akan dibuka pada Juni mendatang. 

Demi memaksimalkan kinerja bisnis tahun ini, RANC menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 130 miliar. Dana capex tersebut digunakan selain untuk pembukaan toko baru, juga untuk mendukung renovasi toko serta peremajaan equipment.

“Kita total capex kira-kira Rp 130 miliar, tapi bukan untuk empat gerai itu ya. Empat gerai itu bagian dari total capex, tapi kan selain toko baru, kita selalu merenovasi gerai kita yang sudah ada,” sebutnya. 

Dengan fondasi operasional yang semakin solid dan komitmen terhadap keberlanjutan, Perseroan optimistis dapat terus memberikan nilai terbaik bagi pelanggan, mitra, karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Per kuartal I-2026, RANC tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 823,45 miliar, lebih tinggi 9,23% dibandingkan Rp 753,19 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. 

Perusahaan juga berhasil membalikan keadaan dengan mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 7,17 miliar, dari posisi rugi Rp 5,21 miliar pada kuartal I-2025. 

Baca Juga: SKK Migas: Produksi Minyak, Kondensat dan NGL Capai 576.200 BOPD hingga Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×