Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Energi Pangan (SEP) memperluas program Crop Edu Center (CEC) sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas jagung nasional melalui penguatan kapasitas petani dan penerapan teknologi budidaya.
Sepanjang Mei–Juni 2026, anak usaha Triputra Group ini membentuk delapan CEC baru di Kabupaten Dompu dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, serta Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Boalemo di Provinsi Gorontalo.
Ekspansi tersebut melibatkan 323 petani dengan cakupan lahan pendampingan sekitar 500 hektare. Dengan tambahan itu, sejak diluncurkan pada akhir 2024, PT SEP telah mengembangkan 13 Crop Edu Center di berbagai daerah.
Secara kumulatif, program tersebut telah melatih sekitar 2.800 petani dengan luas lahan terdampak mencapai 4.000–5.000 hektare.
Baca Juga: ISOG Mulai Produksi Gas dari Lapangan Karamba
Melalui CEC, perusahaan memberikan pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) yang dipadukan dengan demonstrasi plot, monitoring, serta pendampingan langsung di lapangan.
Petani didampingi sejak tahap persiapan lahan, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga proses panen dan pascapanen.
Program ini dijalankan bersama sejumlah mitra, seperti Saprotan Utama, Syngenta, Bayer, Cargill, Save the Children, dan Cis Timor untuk mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas petani.
Sustainability & Partnership Department Head PT Sumber Energi Pangan, Wesly Altie Hasibuan, mengatakan CEC dikembangkan sebagai pusat pembelajaran yang menghubungkan petani dengan pendampingan lapangan, akses sarana produksi, pembiayaan, teknologi, hingga pasar.
"Melalui Crop Edu Center, kami membangun ekosistem kemitraan yang mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima KONTAN, Kamis (23/7/2026).
Menurut perusahaan, model kemitraan berbasis inclusive closed-loop system yang diterapkan dalam CEC mengintegrasikan pemerintah, penyuluh, lembaga pembiayaan, perusahaan, offtaker, dan petani dalam satu ekosistem.
Baca Juga: Begini Target Produksi Migas dan Listrik Medco Energi (MEDC) di 2026!
Pendekatan ini mempercepat adopsi teknologi budidaya, meningkatkan efisiensi usaha tani, sekaligus memperkuat rantai pasok jagung nasional.
Implementasi program mulai menunjukkan hasil. PT SEP mencatat pemahaman teknis budidaya petani meningkat 46% setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan.
Perbaikan praktik budidaya tersebut turut mendorong kenaikan produktivitas serta kualitas hasil panen. Di sisi lain, petani memperoleh akses terhadap benih berkualitas, pendampingan teknis, dan peluang pemasaran melalui skema kemitraan, sementara mitra memperoleh pasokan jagung yang lebih berkualitas dengan risiko pembiayaan yang lebih rendah.
Baca Juga: Workover 51 Sumur, Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Minyak
Ke depan, PT SEP menargetkan perluasan jaringan Crop Edu Center di lebih banyak sentra produksi jagung. Langkah ini diharapkan mempercepat adopsi teknologi budidaya modern, meningkatkan produktivitas jagung nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada jagung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













