kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.006,37   -5,10   -0.50%
  • EMAS945.000 0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Rasio desa berlistrik di Sumatra Utara capai 98,66%


Jumat, 19 Februari 2021 / 10:33 WIB
Rasio desa berlistrik di Sumatra Utara capai 98,66%
ILUSTRASI. Listrik PLN


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Listrik Negara (PLN) melanjutkan program Listrik Pedesaan. Terbaru, PLN menyambungkan listrik ke sembilan dusun di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara (Sumut).

Peresmian penyambungan Listrik Pedesaan dilakukan oleh General Manager PLN UIW Sumatra Utara, M Irwansyah Putra dan Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan. Sembilan dusun yang kini dapat menikmati listrik meliputi Limus, Lobu Haminjon, Lobu Jambang, Siantar Naipospos, Batu Lamak, Torhonas, Bagot, Huta Silalahi, dan Dusun Sitandiang.

Irwansyah menjelaskan bahwa penyambungan listrik tersebut merupakan bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi di seluruh penjuru Indonesia, termasuk di wilayah Sumatra Utara.

“Sebagai badan usaha pengelola kelistrikan nasional, PLN terus menjalankan anamah negara. Salah satunya penyambungan listrik di daerah yang sulit terakses melalui program Listrik Pedesaan (Lisa),” ujar Irwansyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (18/2) malam. 

Dia menambahkan, pada awal tahun 2021, PLN mencatat Rasio Elektrifikasi (RE) di Sumatra Utara mencapai 99,99%. Capaian ini juga diikuti oleh peningkatan Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Sumut mencapai 98,66%.

Sebelumnya, RE di wilayah Sumut pada tahun 2016 sebesar 93,70% dan mengalami peningkatan yang signifikan hingga akhir tahun 2020. Sementara untuk RDB di wilayah Sumut pada tahun 2017 sebesar 95,89% dan hingga awal Januari 2021 terjadi peningkatan sebesar 2,77%.

Baca Juga: PLN pasok kebutuhan listrik KRL Jogja-Solo dengan daya 44.320 kVA

Pada tahun 2020, berbarengan dengan HUT RI ke-75 tanggal 17 Agustus, PLN juga telah meresmikan listrik pedesaan di Desa Fanedanu, Sisiwa Ewali, Lolozukhu, Kecamatan Ulu Idanotae, Desa Na'ai dan Hilisaoto di Kecamatan Siduaori, Desa Sinar Susua, Kecamatan Somambawa dan Desa Hiliorahua Tasua, Kecamatan Susua, Kabupaten Nias.

Pada Agustus 2020 PLN telah melakukan ekspedisi terangi negeri di Kepulauan Nias Selatan. Selama 14 hari, tim dari Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN UIW Sumatra Utara melakukan survei di 36 desa, 7 kecamatan dan 20 pulau sebagai bahan perencanaan dalam meningkatkan rasio desa berlistrik di Sumut 

Irwansyah mengatakan, secara konsisten PLN akan terus melakukan perencanaan dan pembangunan listrik pedesaan untuk menerangi 14,8 juta jiwa di 33 kabupaten atau kota di Sumut. Selama 2020 PLN melalui Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatra Utara berhasil melakukan penyambungan listrik di 96 Dusun untuk memenuhi kebutuhan dari total sekitar 8 ribu pelanggan. Per Januari 2021 PLN telah melistriki 6.028 desa di Sumatera Utara. 

Provinsi Sumatera Utara memiliki luas 72.981,23 km2 yang terdiri dari kawasan pesisir, pegunungan Bukit Barisan, hingga kepulauan Nias. Dalam pembangunan listrik pedesaan di Sumatra Utara kendala yang dihadapi adalah kondisi geografis yang cukup ekstrim. 

“Namun, dengan kerja keras dan dukungan dari seluruh insan PLN dan stakeholder, proses pembebasan lahan, mobilisasi material, hingga konstruksi jaringan dapat berjalan lancar,” pungkas Irwansyah.

 

Selanjutnya: PLN pasok listrik ke jalur kereta api Trans Sulawesi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×