kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Rasio elektrifikasi listrik 2017 mencapai 94,91%


Rabu, 10 Januari 2018 / 18:11 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio elektrifikasi nasional sepanjang 2017 mencapai 94,91%. Pencapaian itu melebihi target awal yang sebesar 92,75%. Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten, dan Jawa Barat menjadi daerah tertinggi rasio elektrifikasinya, yakni 99,99%.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy Noorsaman Soomeng mengatakan, konsumsi listrik terus meningkat seiring peningkatan akses atau elektrifikasi dan perubahan gaya hidup.

“Kondisi ini tentunya mendorong pengembangan kendaraan dan kompor listrik,” kata Andy di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (10/1).

Di sisi lain, hingga akhir November 2017, perkembangan pelaksanaan program kelistrikan 35.000 megawatt (MW), sebanyak 3% atau 1.061 MW telah beroperasi komersial (commercial operation date/COD), 16.992 MW tahap konstruksi, 12.726 MW sudah memiliki kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA), namun belum konstruksi, 2.790 MW proses pengadaan, serta sebesar 2.228 MW dalam perencanaan.

“Kapasitas terpasang pembangkit PT PLN (Persero), IPP, dan PPU pada 2017 sebesar 60.000 MW. Target awal 62.000 MW,” ujarnya.

Dia menambahkan, sepanjang tahun lalu bauran energi primer untuk pembangkit listrik didominasi oleh batubara yang mencapai 57,22%. Urutan kedua adalah energi gas sebesar 24,82%, kemudian air 7,06%, BBM 5,81%, serta panas bumi dan energi baru terbarukan (EBT) lainnya 5,09%.

Pangsa bahan bakar minyak (BBM) tergantikan dengan penambahan pembangkit listrik EBT, peningkatan pasokan gas, implementasi biodiesel (B20), serta pengoperasian PLTU Mulut Tambang.

“Tahun 2018, pangsa BBM untuk pembangkit listrik ditargetkan 5%,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×