kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,22   -1,54   -0.15%
  • EMAS977.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Realisasi penjualan Sunindo Adipersada pada kuartal II 2020 masih sesuai target


Minggu, 26 Juli 2020 / 18:45 WIB
Realisasi penjualan Sunindo Adipersada pada kuartal II 2020 masih sesuai target
ILUSTRASI. Produsen mainan boneka anak, PT Sunindo Adipersada


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Aktivitas bisnis PT Sunindo Adipersada tersengat pandemi corona (covid-19). Pada kuartal II 2020 lalu, pengiriman barang perusahaan ke sejumlah negara tujuan ekspor terpaksa ditunda akibat adanya penerapan kebijakan lockdown di beberapa negara tujuan ekspor.

CEO PT Sunindo Adipersada, Iwan Tjen mengatakan, pengiriman barang yang tertunda menyebabkan kinerja penjualan Sunindo Adipersada mengalami penurunan secara kuartalan di kuartal II 2020.

“Penurunan karena pengaruh delay pengiriman dari Maret, April, Mei, penurunan 20% dari kuartal I,” kata Iwan saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (26/7).

Sedikit informasi, PT Sunindo Adipersada merupakan produsen mainan boneka atau plush toys berorientasi ekspor. Target pasar utamanya meliputi negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Sepanjang tahun 2019 lalu, keduanya berkontribusi sekitar 70% dalam penjualan ekspor perusahaan. Rinciannya sebanyak 40% menyasar pasar Eropa, sedangkan 30% sisanya menyasar pasar Amerika Serikat.

Terlepas dari kendala yang ada, Iwan optimis pihaknya mampu mengejar target penjualan sebesar Rp 360 miliar - Rp 380 miliar.

Pasalnya, meski lebih rendah dibanding realisasi kuartal I 2020, kinerja penjualan di kuartal II 2020 masih lebih tinggi bila dibanding realisasi penjualan kuartal II 2019.

Dengan capaian itu, Iwan menilai realisasi penjualan di kuartal II 2020 masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, prospek pasar mainan di tingkat ekspor juga masih terbilang menjanjikan pada paruh kedua tahun ini, sebab aktivitas perekonomian dan perindustrian beberapa negara tujuan ekspor sudah mulai secara perlahan.

Selain itu, terdapat pula katalis positif berupa tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Dalam hal ini, tensi perang dagang yang masih panas di antara kedua negara dinilai memberi ruang bagi perusahaan untuk mengisi ceruk pasar mainan China di AS yang berkurang akibat perang dagang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×