kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

REI: Pasar properti masih tertolong produk residensial di tengah pandemi covid-19


Jumat, 29 Mei 2020 / 20:02 WIB
REI: Pasar properti masih tertolong produk residensial di tengah pandemi covid-19
ILUSTRASI. Pasar Perumahan: Pembangunan proyek perumahan The Anggana di Bogor, Senin (9/9). Menurut pengamat properti hingga akhir 2019 permintaan rumah tapak akan naik 6%-8% dengan kapitalisasi pasar perumahan sebesar Rp110 triliun hingga Rp120 triliun. KONTAN/Baih

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Real Estate Indonesia (REI) menyebut, sektor properti selama masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan sangat tajam di semua lini. Namun, penurunan itu setidaknya masih terselamatkan oleh subsektor residensial seperti perumahan.

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan REI Paulus Totok Lusida mengatakan, selama adanya pandemi ini, industri properti sangat terpukul.

"Memang saat ini kondisi sangat berat, mal turun 85%, hotel turun 90%, perkantoran 74,6%, perumahan turun 50%-80&, jadi semua turun," katanya dalam konferensi virtual Industry Roundtable, Jumat (29/5).

Baca Juga: Pasar properti tertekan pandemi Covid-19, REI minta pemerintah tambah relaksasi pajak

Totok menjelaskan, terpukulnya industri properti ini masih tertolong oleh produk residensial khususnya segmen rumah subsidi. Segmen itu masih berjalan meskipun secara lambat.

Menurutnya, dari model bisnis, pengembang juga sudah menyesuaikan dengan keadaan seperti memaksimalkan pemasaran online yang setidaknya bisa menopang penjualan. Namun, semua usaha yang dilakukan pengembang ini harus sejalan dengan dukungan instansi terkait.

"Masalahnya, saat ini perbankan lebih ketat dalam penyaluran kredit pemilikan rakyat (KPR), bahkan perbankan menolak menyalurkan kredit bagi konsumen yang berstatus pegawai kontrak. Sekarang itu filternya lebih ketat, mereka tidak terima lagi (pemberian KPR) karyawan kontrak," tuturnya.

Atas kondisi yang berat ini, Totok juga menyampaikan segala usulan agar pengembang dan konsumen akhir bisa bertahan salah satunya dengan rekstrukturisasi kredit. Hanya saja, sampai saat ini belum ada realisasi yang sebelumnya diajukan REI.

REI juga masih menghitung ulang target pembangunan rumah pada tahun ini guna mendukung program sejuta rumah. Menurut Totok, pembangunan rumah oleh anggota REI dipastikan terkoreksi.

Koreksi target pembangunan itu berlaku untuk segmen rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non-MBR. REI mulanya menargetkan dapat membangun 400.00 unit rumah sepanjang tahun ini.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×