kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Rencana IPO dikhawatirkan buat asing berkuasa, begini penjelasan Pertamina


Senin, 29 Juni 2020 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (tengah)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penawaran umum saham perdana atawa initial public offering (IPO) anak usaha PT Pertamina terus-menerus menuai pro dan kontra.

Salah satunya menyoal kemungkinan saham yang dilepas akan dikuasai mayoritas pihak asing.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Iman Rachman menjelaskan, dalam rencana IPO sejatinya bisa diatur agar kepemilikan saham didominasi investor domestik.

Baca Juga: Direktur Pertamina: IPO hanya salah satu opsi pendanaan untuk capex Pertamina

"Dalam IPO ada publik di situ. Publik bisa kami atur (dimana) sebagian besar adalah investornya domestik. Dan mereka tidak kontrol," kata Iman dalam agenda RDP bersama Komisi VII, Senin (29/6).

Di sisi lain, Iman menerangkan, proses IPO saat ini masih dalam kajian terlebih proses restrukturisasi Pertamina masih berlangsung.

Meski telah menjadi subholding, Pertamina masih memiliki pekerjaan rumah untuk memindahkan aset ke subholding.




TERBARU

[X]
×