kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Rencana proyek LRT di Serpong masih digodok


Selasa, 01 Agustus 2017 / 17:50 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Rencana pengembangan transportasi publik berbasis Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan antar kawasan di Serpong, Tangerang yang melibatkan empat pengembang belum menghasilkan perkembangan.

Sebelumnya, Real Estate Indonesia (REI) berencana mempertemukan empat pengembang besar yaitu Sinarmas Land, Summarecon Agung, Paramount Serpong, dan Alam Sutera untuk membahas rencana pembangunan kereta ringan tersebut untuk melengkapi transportasi publik di Serpong.

Adrianto P Adhi, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengatakan rencana pembangunan LRT tersebut baru sebatas pembicaraa awal.

"Belum ada follow up lebih detail/ teknis (hingga saat ini)." ungkap Adrie pada KONTAN, Selasa (1/8).

Summarecon memandang, keempat pengembang itu masih perlu mencari atau menghitung secara detail moda transportasi yang paling murah dan efisien untuk dikembangkan untuk menghubungkan antar kawasan di Serpong.

Kalau menurut Adrie, transportasi berbasis Bus Rapid Transit (BRT) masih lebih murah dibanding LRT untuk jarak perjalan yang tidak terlalu jauh. "Jadi ini yang perlu dipelajari lebih lanjut," kata Adrie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×