kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Respon Wilmar atas kesepakatan CECA Inda - Malaysia


Minggu, 16 Desember 2018 / 11:23 WIB

Respon Wilmar atas kesepakatan CECA Inda - Malaysia
ILUSTRASI. Perkebunan kelapa sawit

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Awal tahun 2019, India akan menurunkan bea masuk impor minyak sawit (CPO) dari Malaysia dari 44% ke 40%. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan Comprehensive Economic Cooperation Agreement (CECA) kedua negara tersebut.

Kondisi ini tentu bakal berimbas pada ekspor CPO Indonesia. Asal tahu, India tercatat merupakan negara pengimpor CPO terbesar dari Indonesia selain China.


"Beda 4%, soal harga kita mungkin bisa kasih lebih murah dengan mengimbangi bea masuknya 4% itu. Ya caranya itu kan business to business. Kalau misal Malaysia jual US$ 550 per ton, mungkin kita bisa jual US$ 540 per ton atau US$ 545 per ton, gitu saja," kata MP Tumanggor, Direktur PT Wilmar Nabati Indonesia kepada Kontan.co.id, Sabtu (15/12).

Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) mencatat bahwa pada Oktober 2018 ekspor CPO ke India turun 12% menjadi 698 ribu ton. Sedangkan negara China, naik signifikan hingga 63% mencapai 541,81 ribu ton dari bulan sebelumnya. Namun jumlah ini di luar ekspor biodiesel ke China yang sejak Mei hingga Oktober 2018 telah mencapai 637,34 ribu ton.

Dengan menurunkan harga ekspor CPO ke India, Tumanggor mengaku sistem business to business ini tidak perlu mematok harga yang sama, yang terpenting selama perusahaan tetap memiliki untung walau nilainya kecil.

"Biarinlah, kalau bisnis itu sepanjang saya jual masih untung kan enggak apa-apa. Kan enggak sama harganya," jelasnya

Lebih lanjut, Tumanggor menyebut dengan skema tersebut harga Indonesia dan Malaysia akan bersaing. Namun penurunan harga yang diberikan juga tak banyak berkisar US$ 1 hingga US$ 2 per ton nya

"Ya harga bersaing. Berkurangnya harga bisa sekitar US$ 1 sampai US$ 2 per ton. Tetap harga ini akan berpengaruh, tapi kan mereka turunkan (bea impor CPO Malaysia) begitu karena kita hapuskan dana pungutan ekspor dijadikan nol kan. Itu aja," ungkapnya.

Namun sayangnya Tumanggor mengaku dirinya belum dapat melihat apakah dampak pungutan ekspor yang dihapus saat ini mampu menaikkan harga CPO Indonesia.

Namun ke depannya ia yakin Menteri Perdagangan akan menindaklanjuti perihal kerja sama ekspor CPO dengan India agar ekspor CPO Indonesia mampu bertahan.

"Kalau harga enggak tau saya, saya masih di Polandia saya enggak ngikutin. Kalau untuk kesepakatan kerja sama, iya itu nanti menteri perdagangan ke sana, itu pasti," tegasnya.


Reporter: Kiki Safitri
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0582 || diagnostic_web = 0.2855

Close [X]
×