Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten rumah sakit PT Murni Sadar Tbk (MTMH) alias pengelola Murni Teguh Hospitals membidik pertumbuhan kinerja sebesar 20% hingga akhir tahun 2026, baik dari top line maupun bottom line.
Direktur PT Murni Sadar Tbk, Sharon Hanmy Angel mengatakan, ekspansi rumah sakit baru di dalam negeri menjadi fokus perusahaan pada tahun ini, khususnya di tempat strategis.
Ia menjelaskan, strategi ini salah satunya terwujud dalam proyek Murni Teguh Gama City di Deli Serdang, Sumatera Utara yang belum lama ini groundbreaking.
"Melalui proyek ini, kami akan membangun the largest hospital in Sumatera dengan target kapasitas 1.000 patient beds," jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Persaingan Streaming Makin Ketat, Netflix Siapkan Fitur Baru dan Ekosistem Gim
Selain itu, Murni Sadar kata dia juga tengah mengembangkan proyek Murni Teguh Ciledug, Tangerang untuk menambah kapasitas rawat inap, poliklinik, ruang operasi, dan fasilitas kemoterapi.
Lebih lanjut, perusahaan juga tengah mengembangkan fasilitas untuk proyek Murni Teguh Susanna Wesley, Horas Insani, hingga Rosiva di Medan, serta Murni Teguh Eria di Pekanbaru.
"Melalui pengembangan ini, kami optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat posisi perusahaan dalam industri layanan kesehatan nasional," kata Sharon.
Selain ekspansi, ia bilang perusahaan juga melakukan efisiensi dalam operasional rumah sakit melalui optimalisasi proses bisnis dan digitalisasi layanan kesehatan.
Perusahaan, kata dia, juga terus menambah alat kesehatan dan teknologi medis modern untuk mendukung layanan yang lebh cepat.
"Recently kami juga telah mengoperasikan robotic surgery yang merupakan yang pertama di Sumatera Utara," ujarnya.
Dengan strategi ini, Sharon mengungkap perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja 20%, baik dari sisi pendapatan, laba bersih, maupun EBITDA.
Tak hanya itu, MTMH juga berharap dapat mencapai pertumbuhan kunjungan pasien rawat inap dan rawat jalan sebesar 20% dibanding tahun lalu.
Berdasarkan tinjauan operasional perusahaan, hingga tahun 2025 perusahaan mengelola 11 rumahsakit dengan 1.326 tempat tidur. Pada tahun lalu, tingkat okupansi tempat tidur berada di level 50%, menurun dari posisi 55% pada 2024.
Menilik laporan keuangannya, pendapatan MTMH pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp 380,1 miliar, naik 22,9% secara tahunan (yoy) dari Rp 309,38 miliar.
Sementara itu, laba bersih yang diraup sebesar Rp 10,84 miliar atau menurun 21,6% yoy dari Rp 13,82 miliar.
Baca Juga: Panasonic Tahan Kenaikan Harga Produk di Tengah Tekanan Rupiah dan Biaya Produksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













