kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.997   61,33   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   11,67   1,04%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 282   4,03   1,45%
  • IDX30 426   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,50   -0,49%
  • IDX80 126   1,04   0,84%
  • IDXV30 139   0,17   0,12%
  • IDXQ30 139   -0,41   -0,30%

Rimau Multi rights issue demi ubah fokus bisnis


Jumat, 22 Desember 2017 / 05:20 WIB
Rimau Multi rights issue demi ubah fokus bisnis


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk saat ini tengah melakukan rights issue untuk melancarkan rencana akuisisi PT Indonesia Air Asia.

Tercatat, hingga September 2017 pendapatan perusahaan berkode saham CMPP di Bursa Efek Indonesia itu mengalami penurunan sekitar 68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang ada di angka Rp 99,34 miliar. Pada periode tersebut, perusahaan juga masih mencatatkan rugi bersih senilai Rp 10,98 miliar.

Vinsensius, Direktur Utama Rima Multi menyebutkan, bisnis di bidang perdagangan batubara dan pelayaran untuk pengangkutan barang tambang saat ini tengah mengalami kelesuan sejak tahun 2014 dan berlanjut hingga tahun 2016.

"Sehingga berdampak negatif khususnya terhadap kinerja perusahaan pada entitas anak," ujar Vinsensius dalam paparan publik, Kamis (21/12).

Lebih lanjut Vinsensius bilang, pada pertengahan 2017, kondisi industri tersebut sudah membaik tetapi belum memberikan pemulihan secara cepat terhadap kinerja perusahaan.

Hal inilah yang kemudian membuat perusahaan memutuskan untuk mengubah kegiatan usahanya ke jasa penerbangan berjadwal.

Perubahan itu pun nantinya juga akan diikuti dengan melakukan divestasi atas bidang usaha perdagangan batubara dan jasa pelayaran angkutan barang tambang.

Donny Petrus Pranoto, Komisaris Utama PT Rimau Multi Pratama Tbk mengatakan langkah perusahaan yang memfokuskan bisnisnya pada usaha penerbangan komersial berjadwal lantaran adanya potensi yang cukup besar dalam bisnis transportasi udara.

"Kita melihat adanya perubahan ekonomi global syang membuat mobilitas masyarakat semakin tinggi, sehingga membutuhkan angkutan yang memadai. Dari situlah kemudian Rima Multi masuk," ujar Donny dalam paparan publik.

Untuk melancarkan aksinya, perusahaan juga melakukan right issue dengan target perolehan dana mencapai Rp 5,4 triliun. Dari nilai tersebut, sebanyak Rp 2,6 triliun bakal digunakan untuk mengakuisisi PT Indonesia Air Asia (IAA).

Adapun hari ini merupakan hari terakhir cumulative date. Namun perseroan belum bisa membeberkan perolehan dana yang didapat. "Hari ini hari terakhir cum date. Belum ada updatenya," ujar Vinsensius.

Pada tahun 2018, PT IAA bakal melakukan ekspansi untuk menunjang kinerjanya dengan melakukan penambahan armada, destinasi, maupun frekuensi penerbangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×