kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Rokok Rp 50.000, petani tembakau siap demo


Senin, 22 Agustus 2016 / 10:10 WIB


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bergulirnya wacana kenaikan harga rokok hingga Rp 50 ribu, membuat para petani tembakau meradang. Mereka menilai, pihak-pihak yang mewacanakan kenaikan rokok setinggi itu berniat menciptakan kegaduhan.

Agus Parmudji, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mengtakan bahwa provokasi menaikkan harga rokok hingga Rp 50.000 sangat tidak rasional. Menurutnya, pihak-pihak yang memprovokasi kenaikan harga rokok itu tidak menyadari bahwa usulan tersebut akan berdampak buruk pada perekonomian, terutama industri tembakau.

“Provokasi menaikkan harga rokok adalah tindakan yang mengancam stabilitas nasional di sektor penerimaan negara,” kata Agus, akhir pekan.

Namun Ia yakin pemerintah akan bersikap bijaksana dengan tidak akan menaikkan harga rokok seperti kehendak kelompok anti tembakau. Pemerintah akan berpikir lebih dalam bahwa persolan tembakau mempunyai peranan penting dalam membangun Indonesia.

“Di industri ini melibatkan banyak orang. Mulai dari petani tembakau, buruh tani hingga sampai ke pedagang asongan yang bekerja untuk menghidupi keluarganya,” ujarnya.

Agus menuding, usulan kenaikkan harga rokok mencapai Rp 50.000 itu sebagai agenda untuk membenturkan petani dengan pemerintah agar situasi negara tidak kondusif. “Kalau ini terus dipaksakan oleh kelompok anti tembakau, tidak menutup kemungkinan petani akan datang ke ibukota ramai-ramai,” pungkas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×