kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ruang meeting hotel dibuka lagi, HRME: Kontribusi MICE mencapai lebih dari 40%


Jumat, 21 Agustus 2020 / 21:36 WIB
Ruang meeting hotel dibuka lagi, HRME: Kontribusi MICE mencapai lebih dari 40%
ILUSTRASI. Hotel The Hermitage milik PT Menteng Heritage Realty Tbk di Menteng Jakarta


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) menyambut positif kebijakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta untuk membuka lagi sektor MICE hotel, seperti ruang meeting dan workshop.

President Director HRME, Christofer Wibisono mengemukakan hal ini membuka lagi sumber pendapatan lini MICE yang sempat redup karena PSBB DKI Jakarta.

Baca Juga: Soal standar protokol kesehatan di bioskop, begini penjelasan GPBSI

"Tentu ini adalah hal yg positif karena membuka kembali sumber pendapatan dari sektor MICE. Sebelumnya selama PSBB pendapatan bersumber pada kamar dan outlet food and beverage," jelas Christofer saat dihubungi Kontan, Jumat (21/8).

Ia melanjutkan, selama ini kontribusi MICE pada jaringan hotel yang dikelola oleh HRME lebih dari 40%. Pihaknya mengklaim tidak mengingat pasti jumlah perolehannya.

Namun Christofer mengatakan, biasanya bagi hotel berbintang 3 sampai 5 di kawasan perkotaan, cukup bergantung dan mengandalkan pendapatan dari sektor MICE. Tak hanya itu, MICE juga berkorelasi positif terhadap tingkat keterisian kamar hotel.

"Saat ini tingkat keterisian kamar tentu belum stabil dan ini sudah diperkirakan baik di pemerintah pusat, pelaku usaha perhotelan. Kita saat ini masih dalam masa transisi PSBB dan menuju kebiasaan baru. Tentu traveller masih belum berpergian sebanyak sebelum pandemi COVID-19 ini," sambung Christofer.

Baca Juga: Ridwan Kamil akan disuntik vaksin virus corona (Covid-19) pada 25 Agustus 2020

Ia menyambung, hal yang juga diperhatikan adalah kunjungan dari luar negeri yang masih terbatas me Indonesia, turut membuat tingkat keterisian kamar masih belum stabil.

"Pembatasan kunjungan dari luar negeri juga dibatasi untuk menangkal persebaran virus juga. Tapi hal ini pula yang turut mempengaruhi ketidakstabilan tingkat keterisian kamar," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×