kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.018   8,00   0,05%
  • IDX 7.105   82,50   1,17%
  • KOMPAS100 981   13,77   1,42%
  • LQ45 724   10,06   1,41%
  • ISSI 248   3,69   1,51%
  • IDX30 393   5,06   1,30%
  • IDXHIDIV20 488   3,40   0,70%
  • IDX80 110   1,66   1,53%
  • IDXV30 134   1,47   1,11%
  • IDXQ30 127   0,90   0,72%

Perhapi, IAGI dan Perminas Sepakati Kerjasama Garap Data Logam Tanah Jarang Indonesia


Selasa, 17 Maret 2026 / 13:44 WIB
Perhapi, IAGI dan Perminas Sepakati Kerjasama Garap Data Logam Tanah Jarang Indonesia
ILUSTRASI. Indonesia akan segera punya data akurat logam tanah jarang. (Wikipedia/USDA)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mengumumkan telah menandatangani Nota Kesepakatan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk menggarap data mineral logam tanah jarang di Indonesia.

Dalam kerjasama ini, Perhapi dan IAGI akan membantu Perminas di dalam melakukan validasi, estimasi dan pelaporan sumber daya dan cadangan logam tanah jarang di Indonesia.

Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan ini dilaksanakan di kantor PT Perminas dan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur PT Perminas, Gilarsi Wahyu Setijono; Ketua Umum IAGI, STJ Budi Santoso; dan Ketua umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono pada Senin (16/3/2026).

Baca Juga: Permintaan Tekstil & Garmen Terdongkrak Idulfitri, Tapi Tekanan Impor Masih Tinggi

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono menjelaskan dalam nota kesepakatan ini, Perhapi bersama IAGI akan membantu Perminas dalam melakukan pengumpulan/kompilasi, validasi, dan integrasi atas data sumber daya dan cadangan Logam Tanah Jarang. Data yang akan diolah berasal dari sumber primer maupun sekunder di dalam wilayah prospektif yang diidentifikasi.

“Data yang dimaksud meliputi data geologi, geokimia, geofisika, pengeboran, sampling, hasil uji laboratorium, data historis eksplorasi, serta informasi teknis lain yang relevan,” terang Widhy dalam keterangan tertulis, Selasa (17/03/2026).

Dari hasil tersebut kedua lembaga ini akan membantu Perminas dalam melakukan penyusunan laporan estimasi sumber daya dan cadangan logam tanah jarang.

“Penyusunan laporan estimasi sumber daya dan/atau cadangan logam tanah jarang tersebut akan dilakukan oleh CPI sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku di Indonesia. Termasuk standar KCMI Code serta memperhatikan kaidah pelaporan yang berlaku secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,”lanjut Widhy.

Ia juga menyebutkan bahwa kesepakatan ini merupakan tahapan penting dalam pengembangan logam tanah jarang di Indonesia.

Baca Juga: Kabar Baik! Tarif LRT Jabodebek Maksimal Rp 10.000 Selama Libur Panjang Lebaran 2026

“Diharapkan dalam waktu sesegera mungkin negara kita sudah memiliki data data mengenai sumber daya dan cadangan mineral logam tanah jarang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut,”tandasnya.

Untuk diketahui, PT Perminas didirikan BPI Danantara pada 25 November 2025 atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Perusahaan ini didirikan dengan fokus utamanya untuk mengelola mineral strategis dan kritis, terutama logam tanah jarang secara terintegrasi dari hulu ke hilir demi memperkuat industri dalam negeri.

Perusahaan ini juga akan menguasai hulu hingga hilir dengan melakukan eksplorasi, penambangan, hingga pemrosesan logam tanah jarang serta industri turunan berupa logam dasar dan pengolahan limbah.

Selain itu, Perminas juga akan mengelola tambang penugasan yakni melaksanakan tugas khusus dari pemerintah, termasuk kemungkinan mengelola tambang negara. Perusahaan ini juga dibentuk dengan tujuan meningkatkan kapabilitas teknologi dalam negeri agar mampu bersaing sebagai produsen mineral strategis global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×