kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Rukun Raharja (RAJA) tunjuk direksi dan komisaris baru


Jumat, 27 Desember 2019 / 16:57 WIB
Rukun Raharja (RAJA) tunjuk direksi dan komisaris baru
ILUSTRASI. Fasilitas migas PT Rukun Raharja Tbk

Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menunjuk anggota direksi dan komisaris yang baru.

Penunjukan ini menambah susunan direksi dan komisaris yang ada. RAJA resmi menunjuk Eddy Herman Harun sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Rudiantara sebagai Komisaris.

Sementara itu, dalam laporan keuangan perusahaan, hingga kuartal III 2019 perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 89,72 juta atau meningkat 3,11% year on year (yoy).

Pada periode yang sama di tahun lalu RAJA membukukan pendapatan sebesar US$ 87,01 juta.

Corporate Secretary PT Rukun Raharja Tbk, Cindy Budijono menjelaskan, kenaikan pendapatan ditopang oleh adanya peningkatan distribusi gas ke PLN Payo Selincah.

Baca Juga: Rukun Raharja (RAJA) targetkan kenaikan pendapatan 4,72% di 2020

"Kinerja Perseroan melalui anak usaha yaitu PT Energasindo Heksa Karya, telah berhasil melakukan perpanjangan kontrak dengan PLN Payo Selincah senilai US$ 143 juta," ungkap Cindy di Jakarta, Jumat (27/12).

Cindy menambahkan, Perseroan melalui anak usaha yang sama, memperoleh penambahan pasokan gas dari ConocoPhilips sampai dengan sebesar 15 MMCFD.

Sementara itu, kinerja positif turut ditopang oleh bidang infrastruktur gas melalui anak usaha PT Triguna Internusa Pratama.

Cindy menjelaskan, PT Triguna Internusa Pratama, telah berhasil melakukan perpanjangan kontrak dengan PT Indonesia Power untuk 2x15MMSCF kompresor sampai dengan tahun 2020 dengan nilai kontrak US$ 5,5 juta.

"Selain itu, RAJA berhasil melakukan refinancing fasilitas kredit dari PT HSBC Indonesia ke PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk senilai US$ 40 juta pada bulan Maret 2019," kata Cindy.

Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat mengalami penurunan sebesar 37,93% yoy. Pada kuartal III 2019, laba perusahaan tercatat sebesar US$ 4,27 juta. Sementara itu, pada periode yang sama di tahun sebelumnya perusahaan membukukan laba sebesar US$ 6,88 juta.




TERBARU

Close [X]
×