kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Rupiah loyo, PTPP kantongi surplus US$ 40 juta


Rabu, 26 Agustus 2015 / 19:21 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS memberikan tekanan terhadap pelaku industri lokal. Namun, sepertinya PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk sepertinya masih tahan terhadap tekanan ini, setidaknya hingga akhir tahun nanti.

Manajemen bilang, perseroan memiliki manajemen valuta asing yang baik. Antara pemasukan dan pengeluaran dalam kurs dollar semuanya diatur dan dipersiapkan untuk menghadapi kondisi seperti ini.

Bahkan, posisinya diatur sedemikian rupa, sehingga posisinya nanti masih akan surplus (dollar AS) hingga akhir tahun.

"Surplusnya hingga akhir tahun nanti sekitar US$ 40 juta," ujar Agus Samuel Kana, Corporate Secretary PT PP kepada KONTAN, (26/8).

Memang, dari sisi kewajiban atau utang-utang perseroan memang tidak terpengaruh lantaran sebagian besar instrumen tersebut menggunakan rupiah. Tapi, dari sisi operasionalnya, perseroan memiliki potensi gangguan karena masih ada beberapa bahan konstruksi yang harus diimpor.

Namun, hal ini masih bisa dikatalisasi dengan beberapa proyek yang memberikan pemasukan dollar. Sehingga, hal ini menjadi semacam natural hedging bagi perseroan.

"Beberapa proyek yang bisa memberikan income dollar seperti proyek di Timor Leste, Proyek PLN ( Pembangkit Listrik) dan proyek-proyek EPC," pungkas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×