Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) tetap optimistis terhadap prospek pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tengah penundaan pengumuman kebijakan insentif EV dari Juni menjadi Juli 2026.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, Hyundai memahami pemerintah membutuhkan waktu tambahan untuk mematangkan skema insentif agar tepat sasaran dan memberi manfaat optimal bagi ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Hyundai memahami bahwa pemerintah tentunya memerlukan waktu yang cukup untuk memastikan skema insentif yang tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Hyundai Optimistis Penjualan Tetap Tumbuh di Tengah Kenaikan Suku Bunga
Meski demikian, Hyundai menyatakan tetap mendukung langkah pemerintah dalam mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan di Indonesia.
“Kami tetap optimistis dan mendukung penuh setiap langkah yang diambil pemerintah dalam mendorong percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih sustainable,” katanya.
Hyundai juga menilai minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih cukup tinggi sehingga potensi perlambatan pasar dinilai masih dapat dijaga.
“Mengenai kekhawatiran terkait potensi perlambatan pasar EV, kami percaya bahwa minat dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik tetap tinggi,” terangnya.
Ia menambahkan, Hyundai akan terus menghadirkan produk kendaraan listrik dan menjaga momentum pertumbuhan pasar sambil menunggu kepastian kebijakan insentif dari pemerintah.
Baca Juga: Subsidi Kendaraan Listrik, Hyundai Yakin Bisa Dongkrak Minat Konsumen
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk terbaik serta menjaga momentum positif pasar EV, sembari menantikan kepastian kebijakan insentif yang akan semakin memperkuat ekosistem kendaraan listrik secara keseluruhan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peluncuran insentif EV ditunda selama satu bulan karena pemerintah masih menghitung skema dan dampak fiskal dari kebijakan tersebut.
“Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi. Ada perhitungan yang masih dihitung,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (28/5/2026).
Baca Juga: Hyundai Motor Ekspansi di Segmen Gim, Sasar Generasi Melek Digital
Pemerintah sebelumnya menargetkan implementasi insentif kendaraan listrik mulai berjalan pada Juni 2026 sebagai bagian dari strategi mendorong konsumsi domestik dan menopang pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026.
Dalam rancangan awal kebijakan, pemerintah berencana memberikan subsidi untuk 100.000 unit mobil listrik. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan insentif sebesar Rp 5 juta per unit untuk 100.000 unit motor listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













