kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Rupiah melemah, biaya operasional Pelni naik


Kamis, 10 September 2015 / 19:22 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kondisi ekonomi yang tidak stabil berimbas kepada seluruh lini bisnis. Tak terkecuali bisnis perkapalan. Elfien Goentoro, Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengaku, perusahaan terkena dampak namun tidak besar karena kebutuhan pasar di dalam negeri masih besar.

"Pelambatan ekonomi akan memberikan sedikit dampak bagi perusahaan. Misalnya, pelemahan rupiah akan meningkatkan biaya operasional," kata Eflien kepada KONTAN, Kamis (10/9).

Bila rupiah sampai tembus Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS), tentu beban biaya operasional semakin meningkat. Perusahaan kapal berplat merah ini membidik pendapatan sebesar Rp 4 triliun dan laba Rp 101 miliar pada akhir tahun 2015, dari realisasi pendapatan Rp 4,1 triliun per semester I/2015 dan laba Rp 26 miliar per semester I/2015.

“Pendapatan sudah mencapai target di pertengahan tahun ini,” tambahnya. Strategi Pelni untuk mencapai target laba adalah optimalisasi dan efisiensi. Dari sisi efisiensi, perusahaan menekan biaya operasional, merampingkan organisasi dengan cara konsolidasi, dan melakukan pembenahan infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×