Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi bisnis pertambangan dan perkebunan di Indonesia mendorong produsen ban asal China, Sailun Group, memperkuat penetrasi di segmen ban kendaraan komersial dan alat berat.
Strategi tersebut salah satunya dilakukan Sailun dengan memperluas portofolio ban off-the-road (OTR) dan meluncurkan produk yang diproduksi di dalam negeri.
Sailun membawa sejumlah merek ban dalam ajang Mining Expo 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 9–12 September 2026. Portofolio yang ditampilkan mencakup Sailun Tire, MAXAM, RoadX Tire, dan Blackhawk Tire.
Presiden Asisten Sailun Group sekaligus General Manager Asia Region Guoqiang Cao mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar yang penting bagi pengembangan bisnis Sailun, khususnya untuk mendukung kebutuhan industri pertambangan.
"Partisipasi Sailun Group di Mining Expo 2026 merupakan wujud komitmen nyata kami dalam mendukung kemajuan industri vital di Indonesia," ujar Guoqiang di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Haji Isam Bidik 62% Saham Bayan Resources (BYAN) Senilai US$ 3 Miliar
Guoqiang bilang, Sailun berupaya mendekatkan teknologi dan kemampuan manufaktur global dengan kebutuhan pasar Indonesia. Perusahaan juga ingin memperkuat posisi sebagai mitra bagi pelaku industri melalui penyediaan ban yang memiliki daya tahan serta efisiensi operasional.
Untuk segmen pertambangan, Sailun mengandalkan merek MAXAM yang memiliki portofolio ban OTR. Produk tersebut ditujukan untuk kendaraan dengan beban berat, termasuk yang beroperasi di tambang terbuka dengan kondisi medan yang ekstrem.
Sementara itu, merek Sailun, RoadX, dan Blackhawk menyasar kebutuhan kendaraan komersial dengan berbagai ukuran dan pola tapak. Produk-produk tersebut dapat digunakan untuk kendaraan operasional seperti dump truck maupun armada logistik.
Tekan Biaya Operasional
Penguatan bisnis di segmen tersebut tidak terlepas dari upaya pelaku industri tambang dan perkebunan menekan biaya operasional armada. Ban menjadi salah satu komponen biaya yang cukup signifikan dalam pengoperasian kendaraan komersial dan alat berat.
Sales Director PT Sailun Tire Indonesia Eko Supriyatin mengatakan, kondisi operasional di sektor tambang dan perkebunan membuat kebutuhan terhadap ban yang memiliki daya tahan dan traksi tinggi semakin penting.
"Di lapangan, para pemilik armada menghadapi tantangan nyata setiap hari, mulai dari lumpur pekat perkebunan hingga batuan tajam di area tambang yang berisiko memicu unplanned downtime," kata Eko.
Ia menyebut, biaya ban dapat mencapai sekitar 15%–20% dari total biaya operasional kendaraan. Karena itu, pemilihan ban tidak hanya mempertimbangkan harga pembelian, tetapi juga daya tahan dan biaya selama siklus pemakaian.
Baca Juga: Kadin Minta Pelaporan Ekspor melalui DSI Tak Tambah Beban Eksportir
Sailun pun memperkenalkan Terramax M/T 2 sebagai produk baru untuk menjawab kebutuhan tersebut. Ban jenis Mud-Terrain (M/T) ini diproduksi secara lokal dan menyasar kendaraan komersial ringan serta kendaraan pendukung berpenggerak 4x4, terutama pikap.
Terramax M/T 2 dirancang untuk digunakan di medan berlumpur dan berbatu. Produk ini mengusung teknologi 3D Interlocking Shoulder Sipes dan Open Tread Design yang diklaim membantu membuang lumpur dan kerikil dari permukaan tapak ban.
Selain itu, konstruksi karkas yang diperkuat serta dinding samping yang lebih tebal ditujukan untuk meningkatkan ketahanan terhadap tusukan dan abrasi ketika kendaraan beroperasi di medan berat.
Peluncuran Terramax M/T 2 sekaligus menjadi bagian dari upaya Sailun memperbesar pemanfaatan produk lokal di pasar Indonesia. Dengan portofolio yang mencakup ban komersial hingga OTR, perusahaan membidik kebutuhan ban dari berbagai jenis kendaraan yang digunakan dalam aktivitas pertambangan dan perkebunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














