kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.027   27,00   0,16%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Sampai akhir tahun, Garuda masih impor pilot asing


Rabu, 25 Agustus 2010 / 06:47 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |



JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) tampaknya masih belum bisa melepaskan ketergantungannya akan pilot asing. Hal tersebut terbukti dari rencana perseroan mendatangkan 70 pilot asing sampai akhir tahun ini.

Direktur Operasi Garuda Ari Sapari menjelaskan, pilot asing tersebut didatangkan maskapainya dari sejumlah agensi penyalur pilot di luar negeri. Salah satu pemasoknya adalah Park Aviation.

"Mereka perlu didatangkan sambil kami mempersiapkan calon-calon pilot lokal yang masih dilatih. Diharapkan tahun depan pilot lokal ini sudah bisa mengoperasikan pesawat," kata Ari, Selasa (24/8).

Menurut Ari, meskipun Garuda sudah memiliki kontrak pengadaan pilot dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dan Bali International Flight Academy (BIFA) namun pasokan pilot yang datang belum seimbang dengan rencana perseroan mendatangkan pesawat.

Sudah bukan rahasia lagi jika industri penerbangan Indonesia sedang mengalami krisis pilot karena peningkatan jumlah pesawat tahun ini tidak diimbangi dengan produksi pilot-pilot baru. Karena itulah, Kementerian Perhubungan masih mengizinkan maskapai untuk menggunakan tenaga pilot asing.

Sekedar catatan, sampai akhir 2009 jumlah pilot dan co-pilot Garuda sebanyak 670 orang. Tahun ini kebutuhannya diperkirakan meningkat jadi 851 pilot untuk menyetir 67 pesawat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×