kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sampoerna Agro (SGRO) Optimistis Produksi CPO dan TBS pada Kuartal III-2023 Meningkat


Selasa, 03 Oktober 2023 / 21:50 WIB
Sampoerna Agro (SGRO) Optimistis Produksi CPO dan TBS pada Kuartal III-2023 Meningkat
ILUSTRASI. Sampoerna Agro (SGRO) Optimis Produksi CPO dan TBS di Kuartal III-2023 akan Meningkat. REUTERS/Lim Huey Teng


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki kuartal ke III-2023 PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) optimis produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit perseroan lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (kuartal 1 dan 2).

Menurut Head of Investor Relation Sampoerna Agro Stefanus Darmagiri optimisme ini didapat perseroan setelah melihat data produksi bulan Juli dan Agustus 2023 yang lebih tinggi jika dibandingkan produksi bulanan kuartal II dan kuartal I. 

“Sehingga pada 8M23 produksi CPO kami masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta masih sesuai dengan target produksi CPO Perseroan yang telah ditetapkan pada awal tahun,” ungkapnya saat dihubungi Kontan, Selasa (03/10). 

Baca Juga: Ini Jurus Sampoerna Agro (SGRO) Hadapi Dampak El Nino

Stefanus juga menambahkan, berdasarkan preliminary data bulan September, hasil produksi Tandan Buah Segar inti (TBS) Perseroan pada kuartal III tahun 2023 juga masih sesuai dengan budget yang telah ditetapkan.

Sayangnya saat ditanya data produksi CPO dan TBS dari Agustus 2023, Stefanus mengungkap data tersebut belum bisa disclose

“Karena masih preliminary. Kami akan sampaikan data tersebut pada saat rilis kinerja 9M23,” katanya.

Kemudian terkait hambatan produksi, ia mengatakan dampak El-Nino atau musim kemarau yang berkepanjangan yang terjadi pada 2023 ini tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas CPO perseroan sepanjan tahun 2023. 

“Dampak El-Nino terhadap industri dan produktivitas kelapa sawit baru, yang secara keseluruhan dapat mempengaruhi produksi CPO nasional baru akan terjadi pada tahun depan (2024), setelah terjadinya fenomena El-Nino pada tahun ini,” katanya. 

Oleh karena itu SGRO telah memiliki beberapa strategi yang disiapkan untuk tetap memacu produksi di tengah dampak El-Nino adalah tetap fokus program meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

“Kami punya program intensifikasi dengan menjaga tingkat penguapan yang ada pada tanaman agar kandungan air yang ada di dalam tanah mencukupi kadar yang dibutuhkan oleh tanaman sawit dan water management system,” jelasnya. 

Di samping itu, SGRO terus fokus dengan melanjutkan program intensifikasi lainnya, seperti peningkatan infrastruktur dan mekanisasi. 

Kemudian, dalam meningkatkan kinerja pendapatan hingga akhir tahun perseroan tetap fokus pada lini usaha CPO, Inti Sawit (Palm Kernel) atau PK serta di bisnis benih kelapa sawit melalui anak usaha Perseroan, Bina Sawit Makmur (BSM) dengan merek DxP Sriwijaya. 

 

“Sejak tahun 2020, benih kelapa sawit DxP Sriwijaya berhasil menempati posisi kedua dalam pangsa pasar Indonesia, sebesar 15% pada semester-I tahun 2023,” tutupnya.

Sebagai gambaran, produksi TBS SGRO di kuartal II-2023 sebelumnya naik 17% dari kuartal I-2023.

SGRO juga menargetkan pertumbuhan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 5%–10% dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

Sementara, proyeksi pertumbuhan laba dan pendapatan SGRO pada 2023 diungkap Stefanus memang sangat dipengaruhi oleh harga jual CPO, yang juga sangat bergantung kepada mekanisme pasar dan fluktuatif harga.

Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan harga CPO masih tetap solid pada semester kedua 2023. Pertama, kembali naiknya ketegangan di Black Sea belakangan ini. Kedua, kekeringan di Amerika Utara yang menyebabkan harga soybean diperdagangkan jauh lebih mahal dari CPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×