kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Samsung Mencatat, Pre Order Galaxy S24 Lebih Banyak 160% Dibandingkan Galaxy S23


Minggu, 04 Februari 2024 / 18:01 WIB
Samsung Mencatat, Pre Order Galaxy S24 Lebih Banyak 160% Dibandingkan Galaxy S23
ILUSTRASI. Fitur AI Browsing Assist di Samsung Galaxy S24 Series.


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan trio Galaxy S24, S24+, dan S24 Ultra pada Kamis (1/2). Seri ini menjadi smartphone perdana  lini Galaxy dengan dukungan kecedasan buatan (AI) paling lengkap. Seri Galaxy S24 mengadopsi konsep AI on-device yang membuat aktivitas digital tetap privat dan aman. Selain AI, Galaxy S24 Series mendapat upgrade spesifikasi dari sisi desain, durabilitas, kamera, hingga performa.

Sebelum resmi meluncur, Samsung juga sudah melaksanakan pre order. “Kami mencatat hasil pre-order Galaxy S24 Series, bertumbuh sebesar 160% dibanding Galaxy S23 Series. Ini merupakan hasil yang luar biasa,” kata Selvia Gofar, Head of MX Products and Partnership Samsung Electronics Indonesia, Kamis (1/2).

Salah satu keistimewaan seri ini adalah bisa translate langsung ke 13 bahasa. Bahasa Indonesia akan hadir di fitur-fitur Galaxy AI pada kuartal II 2024.  Verry Octavianus, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia menjelaskan, setiap masa memiliki teknologi yang mendefinisikan era tersebut. Misalnya, tahun 1990an adalah era internet. Lalu, tahun 2000 adalah era di mana handphone memiliki kamera. Lalu, tahun 2010-an adalah era perkembangan smartphone. Kini, 2020-an adalah eranya mobile AI yang ditandai dengan hadirnya Galaxy AI di Galaxy S24 Series.

Baca Juga: Samsung Galaxy S24 Series Resmi Dijual di Indonesia, Berikut Harganya

Samsung telah memulai riset mengenai mobile AI sejak tahun 2017 dan telah memenuhi berbagai lisensi selama proses riset tersebut. “Kami memahami, AI harus selalu belajar untuk bisa berkembang,” papar Verry.

Samsung terus mengembangkan teknologi Galaxy AI. Baik dari segi on-device AI maupun cloud AI. Kedua teknologi tersebut memberikan manfaatnya masing-masing dalam memberikan pengalaman mobile AI terbaik bagi pengguna.

Misalnya, on-device AI mampu memungkinkan pengguna untuk menikmati fitur-fitur AI tanpa koneksi internet. Sedangkan cloud AI memungkinkan pengguna mendapatkan pemanfaatan AI yang lebih jauh lagi, misalnya dalam menggunakan fungsi generative AI. Samsung memahami risiko siber di balik penggunaan AI. Mąką, Samsung turut mengembangkan Samsung Knox agar dapat memastikan keamanan dari on-device AI di Galaxy AI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×