kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Samudera Indonesia (SMDR) Realisasikan Capex US$ 60 Juta pada Kuartal I-2023


Minggu, 14 Mei 2023 / 15:00 WIB
Samudera Indonesia (SMDR) Realisasikan Capex US$ 60 Juta pada Kuartal I-2023
ILUSTRASI. Kapal kontainer?PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Samudera Indonesia (SMDR) Realisasikan Capex US$ 60 juta di Kuartal I 2023


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) telah mengalokasikan sebagian belanja modalnya atau capital expenditure (capex) untuk membeli dua armada kapal yang telah diterima di awal tahun ini. 

Direktur Utama  Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia menjelaskan belanja modal yang sudah direalisasikan sampai kuartal I 2023 hampir sekitar US$ 60 juta atau sekitar Rp 888 miliar (kurs Rp 14.800/USD). 

“Capex tersebut dialokasikan untuk dua kapal baru yang diterima di kuartal I 2023,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (12/5). 

Dalam catatan Kontan.co.id di sepanjang tahun ini SMDR menyiapkan capex senilai Rp 2,25 triliun di mana 60% atau Rp 1,35 triliun dialokasikan untuk penambahan armada kapal baik itu kapal peti kemas, curah, dan tanker. Adapun sisa 40% capex akan digunakan untuk rencana pengembangan usaha di sektor pelabuhan dan logistik. 

Baca Juga: Bos Samudera Indonesia Borong 1,7 Juta Saham SMDR, Rogoh Kocek Rp 677 Juta

Sampai dengan kuartal I 2023, Samudera Indonesia membukukan kinerja keuangan yang menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Namun, manajemen SMDR tetap optimistis melihat prospek bisnis di tahun ini karena ada sejumlah katalis positif yang akan mendukung agenda bisnisnya. 

Bani menjelaskan berdasarkan perkembangan terakhir mengenai kinerja perusahaan di kuartal I 2023, pendapatan SMDR senilai US$ 207,7 juta atau turun 17% yoy dari sebelumnya US$ 250 juta di kuartal I 2022. 

Sejalan dengan itu, EBITDA yang dibukukan pada kuartal I 2023 turun 37% menjadi US$ 75,4 juta dari sebelumnya US$ 119,6 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba usaha turun menjadi US$ 42 juta dan laba bersih juga melandai 53% yoy menjadi US$ 27,4 juta. 

“Pencapaian ini meski lebih rendah, namun tetap tetap wajar karena di 2022 ada kondisi yang extraordinary atau di luar dari biasanya karena pandemi Covid-19 yang saat ini sudah terlewati dan berakhir,” jelasnya dalam konferensi pers kinerja kuartal I 2023, Selasa (2/5). 

 

Meski demikian, Bani mengatakan, kinerja yang diraih pada kuartal I 2023 ini lebih baik dibandingkan kuartal I 2021 dan di tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gambaran pendapatan SMDR di kuartal I 2023 jika dibandingkan dengan kuartal I 2021 mengalami peningkatan hingga 63% begitu juga dengan laba yang tumbuh 13,3%. 

“Perusahaan sangat optimistis dan bersyukur bahwa kinerja kita di 2023 tetap kuat dan menunjukkan hasil yang sangat baik,” ujarnya. 

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas untuk Hari Ini (8/5)

Bani juga mengemukakan, saat ini Samudera Indonesia telah tumbuh menjadi perusahaan yang lebih sehat dan kuat dengan posisi neraca keuangan yang makin baik. 

Di kuartal I 2023 pihaknya membukukan kas dan setara kas senilai US$ 480 juta atau tumbuh 68% yoy di mana pada kuartal I 2022 senilai US$ 285,7 juta. 

Kemudian aset lancar tumbuh 32% yoy menjadi US$ 690,5 juta. Hutang jangka pendek turun 1% yoy menjadi US$ 19,2 juta dan hutang jangka panjang mengalami kenaikan 22% yoy menjadi US$ 143,6 juta. 

Adapun jumlah ekuitas di akhir Maret 2023 senilai US$ 649,9 juta atau tumbuh 48% yoy dari sebelumnya US$ 470,5 juta di kuartal I 2022. 

Sehingga total aset Samudera Indonesia di tiga bulan pertama tahun ini senilai US$ 1,23 miliar atau tumbuh 34% yoy dari sebelumnya US$ 923,4 juta di kuartal I 2022. 

Di sepanjang tahun ini ada sejumlah katalis positif yang akan menjadi angin segar bagi kinerja SMDR. Bani menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat baik dan minim terkena dampak resesi global.




TERBARU

[X]
×