kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Sebelum aturan berlaku, ekspor tembaga melonjak


Selasa, 04 Februari 2014 / 21:24 WIB
Sebelum aturan berlaku, ekspor tembaga melonjak
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo saat Finance Central Bank Deputies (FCBD) Meetings di Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12/2021).


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemberlakuan Undang Undang Minerba tentang pelarangan ekspor mineral mentah atawa ore mulai berlaku terhitung 12 Januari 2014.

Sebelum peraturan itu berlaku, para eksportir pun berbondong-bondong mengekspor ore jenis tembaga. Ini terlihat dari data Bank Indonesia (BI) mengenai ekspor komoditi non migas yaitu tembaga di Desember 2013.

Nilai ekspor tembaga di Desember 2013 mencapai US$ 697 juta atau naik 37,8% dibanding bulan sebelumnya yang sebesar US$ 506 juta.

Pertumbuhan sebesar 37,8% ini adalah pertumbuhan tertinggi di antara 10 komoditi ekspor non migas. Mengalahkan ekspor produk kimia dan tekstil yang masing-masing pertumbuhannya mencapai 21% dan 14,1%.

"Ada pembelian di depan yang dilakukan eksportir," ujar Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Hendy Sulistiowati di Jakarta, Selasa (4/2).

Secara keseluruhan 2013, nilai ekpor tembaga mencapai US$ 4,85 miliar atau bertumbuh 65,7% dibandingkan tahun 2012.

Hendy menjelaskan, dampak pelaksanaan UU Minerba terhadap kinerja eskpor tahun ini tidak akan signifikan.

Pasalnya, andil tembaga dalam porsi ekspor komoditi non migas hanyalah berkisar 3,2%-3,5% setiap tahunnya.

Porsi terbesar diduduki oleh batubara dengan pangsa pasar mencapai 16,2%. Adapun BI sendiri belum melakukan perhitungan potensi penurunan ekspor akibat adanya kebijakan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×