kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Sebesar 75% pasar sutera lokal dikuasai produk China


Selasa, 25 Oktober 2011 / 14:54 WIB
Sebesar 75% pasar sutera lokal dikuasai produk China
ILUSTRASI. 5 Tips work life balance yang baik agar hidup lebih bahagia dan produktif.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Dari kebutuhan sutera nasional sebanyak 900 ton per tahun, sebesar 75% di antaranya merupakan produk sutera impor dari China.

Hal itu membuat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta Perhutani meningkatkan produksi benang sutera lokal. Sebab selama ini produksi lokal hanya mampu memenuhi 10% kebutuhan nasional.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah, usai pembukaan pameran produk sutera, Selasa (25/10) mengatakan, produksi tahun depan diharapkan melebihi kontribusi saat ini yang hanya 36,85 ton.

Kondisi tersebut terjadi akibat petani sutera dalam negeri masih terkendala teknologi pemeliharaan murbei yang belum baik, penggunaan bibit murbei yang tidak unggul, dan teknik pemeliharaan ulat yang masih kurang diperhatikan.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya menjalin kemitraan dengan badan usaha agar para petani sutera mendapatkan jaminan pemasaran produksi dan bahan baku. Misalnya, kerja sama perusahaan swasta asal China bernama Wintus dengan para petani di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.

Wintus memberikan benih ulat sutera yang bagus dan memberikan arahan cara tanam murbei yang baik kepada para petani sutera. Apabila produksi telah mencapai 1.000 ton maka semua hasilnya akan diserap langsung oleh Wintus untuk diproduksi di China. Sembari menunggu produksi mencapai jumlah tersebut, kata Euis, para petani sutera diberikan kesempatan memanfaatkan hasil produksi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×