Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Batubara Acuan (HBA) Indonesia sebagai acuan ekspor telah berlangsung selama satu bulan. Jika dihitung, penerbitan HBA yang dijadwalkan setiap dua kali sebulan (setiap tanggal 1 dan tanggal 15) telah diterbitkan sebanyak tiga kali.
Melihat komponen harga dan ketepatan waktu penerbitan HBA, pelaku usaha menilai sudah ada beberapa peningkatan.
Terutama terkait keselarasan waktu penerbitan terhadap Keputusan Menteri (Kepmen) HBA dan HMA yaitu Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 80.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan Untuk Bulan Maret 2025 serta Kepmen ESDM Nomor 72.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara.
"Dari segi timing penerbitan sangat timely dan sesuai dengan Kepmen HBA. Hal ini menunjukan komitmen dan kepastian timing referensi harga," ungkap Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia saat dihubungi Kamis (03/04).
Baca Juga: Eksportir Batubara yang Tak Pakai HBA Bakal Dikenakan Sanksi
Hendra menambahkan, komitmen dan ketepatan waktu secara prinsip memberikan dampak positif kepada operational dan bisnis proses.
"Sehingga pelaku bisnis akan memiliki acuan dalam operationalnya," katanya.
Meski bagitu, Hendra bilang HBA sebagai index pemerintah masih menunjukan nilai yang lebih tinggi dibanding index lainnya seperti ICI, McCloskey, Global Coal dan Platts.
"Tingkat perbedaan yang tertinggi ditunjukan untuk segmen batubara dengan GAR lebih dari 5500 GAR, atau kelompok HBA dan HBA I," kata dia.
Hendra menambahkan, secara teknis perbedaan harga ini bisa saja disebabkan oleh sifat pembentukan HBA yang lagging jika dibandingkan index lainnya.
"Kami berharap kedepannya kualitas HBA bisa konsisten menunjukan improvement sehingga semakin mendapat confidence dari pelaku bisnis," jelasnya.
Senada, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani mengatakan untuk edisi HBA ketiga yang dikeluarkan Kementerian ESDM per 1 April 2025 lalu cenderung sama dengan index lain, terutama untuk HBA 2 dan 3.
"Jadi semakin improve. Namun HBA 0 atau HBA selisih dengan indeks lain masih cukup tinggi (perbedaan harga)," katanya.
Lebih detail, Gita bilang HBA 0 saat ini harganya cukup fluktuatif selama beberapa pekan terakhir. Meski begitu, ia mengatakan, metode penghitungan HBA sudah mengikuti realtime untuk dua pekan terakhir.
Baca Juga: HBA Jadi Standar Ekspor, Harga Batubara DMO Tetap
Sebagai tambahan, berikut adalah daftar HBA periode pertama April 2025, dari empat golongan GAR batubara:
1. Batubara atau HBA 0 (6.322 GAR)
Harga: US$ 123,32 per ton
Jika dibandingkan dengan harga pada periode kedua Maret 2025 yang senilai US$ 117,76 per ton. Harga batubara 6.322 GAR naik 4,72%.
2. Batubara I atau HBA I (5.300 GAR)
Harga: US$ 78,40 per ton
Jika dibandingkan dengan harga pada periode kedua Maret 2025 yang senilai US$ 80,7 per ton. Harga batubara 5.300 GAR turun 2,85%.
3. Batubara II atau HBA II (4.100 GAR)
Harga: US$ 49,54 per ton
Jika dibandingkan dengan harga pada periode kedua Maret 2025 yang senilai US$ 49,44 per ton. Harga batubara 4.100 GAR naik tipis 0,2%.
4. Batubara III atau HBA III (3.400 GAR)
Harga: US$ 32,71 per ton
Jika dibandingkan dengan harga pada periode kedua Maret 2025 yang senilai US$ 33,71 per ton. Harga batubara 3.400 GAR turun 2,97%.
Baca Juga: Penurunan Terjadi pada Setiap Golongan, Berikut HBA Periode Kedua Maret 2025
Selanjutnya: Bijih Nikel Diperkirkaan Menjadi Pendorong Kinerja Vale Indonesia (INCO) di 2025
Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News