kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Sejak asas cabotage, kapal merah putih tambah banyak


Kamis, 30 September 2010 / 16:55 WIB
Sejak asas cabotage, kapal merah putih tambah banyak


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Lima tahun terakhir, jumlah kapal berbendera Indonesia terus bertambah sejalan dengan rencana penerapan asas cabotage. Menurut data National Ship Owners Assosiation (INSA), selama periode 2005-2010, jumlah kapal berbendera Indonesia sudah naik 54%.

Pada Maret 2005, jumlah kapal berbendera Indonesia sebanyak 6.041 unit. "Maret 2010 jumlahnya sudah mencapai 9.309 unit," ujar Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto, awal pekan ini.

Asas cabotage merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan peranan kapal-kapal nasional dalam industri angkutan laut di dalam negeri. Maklum, selama bertahun-tahun, angkutan laut didominasi kapal asing.

Pemerintah menerapkan asas cabotage secara bertahap. Untuk kapal-kapal angkutan komoditas cair dan kapal lepas pantai (offshore) berlaku pada tahun 2010 dan tahun 2011.

Johnson memprediksi, jumlah kapal nasional akan terus tumbuh di atas 10% setiap tahun. "Targetnya, pada tahun 2011 angkutan pelayaran sudah 100% dilayani kapal Indonesia," ujarnya. Sebagai perbandingan, tahun 2009 lalu, sekitar 90% angkutan pelayaran perdagangan sudah dilayani kapal nasional.

Selain meningkatkan jumlah kapal domestik, pengusaha berharap, asas cabotage juga bisa menumbuhkan industri galangan kapal nasional secara bertahap. Apalagi, menurut Sekretaris Jenderal Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Perlindo) Wing Wiryawan, beberapa waktu lalu mengatakan, saat ini tingkat utilisasi industri galangan kapal di dalam negeri masih cukup rendah.

Menurut Wiryawan, pemanfaatan kapasitas terpasang industri galangan kapal sekitar 500.000 dead weight tonnage (DWT) baru terpakai 30-40% saja. "Dengan pemberlakuan asas cabotage, harapan kami utilisasi industri galangan kapal nasional bisa naik sampai 60%," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×