kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Sektor Konstruksi Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi


Rabu, 29 Oktober 2008 / 11:21 WIB
Sektor Konstruksi Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saat ini, sektor jasa konstruksi memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu peranannya yakni membuka lapangan kerja pada masyarakat. Oleh karenanya, pemerintah berharap agar sektor ini bisa terus bertumbuh.

"Sektor jasa konstruksi bisa buka lapangan kerja 5% dari total industri," ujar Presiden dalam pembukaan Pameran dan Konferensi Konstruksi dan Infrastruktur Indonesia 2008 di Jakarta Convention Center tadi pagi (29/10).

Pembangunan infrastruktur dan konstruksi yang dilakukan oleh pelaku usaha ini juga bisa menghasilkan bangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. "Pembangunan infrastruktur bisa dijadikan upaya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada level 6%," ujar presiden. 

SBY mengakui, saat ini pemerintah memang sangat bergantung pada pelaku usaha konstruksi untuk mendirikan bangunan atau infrastruktur. Itu dikarenakan kemampuan pemerintah sangatlah minim. “SBY mengatakan kemampuan keuangan negara hanya bisa mendukung tak lebih dari 50% dari seluruh proyek yang ada. Makanya, kita butuh dukungan dan gandengan dari swasta," ujarnya. 

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto berharap, agar pengusaha konstruksi bisa meningkatkan kualitas kerjanya. "Setelah pameran ini, kami harap, ada aksi nyata yang berkualitas dari pelaku usaha," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×