kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Selain harga cabai, harga pangan lainnya juga melonjak


Selasa, 21 Januari 2020 / 18:16 WIB
ILUSTRASI. Penjual bahan makanan melayani pembeli di Pasar Palmerah, Jakarta, Senin (06/01). Ikappi sebut harga cabai naik karena kurangnya pasokan.


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan saat ini harga cabai melonjak Kenaikan harga sudah terjadi dalam sebulan terakhir karena pasokan yang terus berkurang.

"Semua jenis cabai mengalami kenaikan kecuali cabai rawit hijau," kata Abdullah kepada Kontan.co.id, Selasa (21/1).

Baca Juga: Pengamat IPB: Harga beras yang stabil saat ini tak gambarkan kondisi sesungguhnya

Abdullah mengatakan, harga cabai saat ini terbilang lebih mahal dua kali lipat dibanding bulan yang sama pada tahun lalu. Kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih maupun bawang merah walaupun kenaikan berkisar antara Rp 500/kg - Rp 2.000/kg.

Sementara itu, Ikappi menilai harga-harga komoditas lain terbilang masih stabil.

Meski begitu, Abdullah mengingatkan, agar pemerintah mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga pangan menjelang Hari Raya Imlek. Pasalnya, tren konsumsi masyarakat di hari-hari besar terbilang meningkat.

Baca Juga: Targekan pertumbuhan ekonomi 5,08%, pemerintah masih andalkan belanja

Jika permintaan yang banyak tidak dibarengi dengan adanya pasokan, maka harga-harga kebutuhan pokok diprediksi akan naik.




TERBARU

[X]
×