kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Selaras Citra Nusantara Perkasa kembangkan alat deteksi jantung


Kamis, 12 Desember 2019 / 10:58 WIB
Selaras Citra Nusantara Perkasa kembangkan alat deteksi jantung
ILUSTRASI. Institut Teknologi Bandung (ITB), didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia.

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -BANDUNG. PT Selaras Citra Nusantara Perkasa bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan perangkat medis untuk deteksi dini penyakit kardiovaskular atau jantung.

Perangkat tersebut bernama Niva (Non Invasive Vascular Analyzer). Alat ini mampu mendeteksi secara dini potensi penyakit kardiovaskular. Perangkat ini juga dapat mengukur fungsi dan risiko vaskuler, yang berbasis photoplethysmograph serta sensor tekanan darah. Bisa dibilang Niva menjadi solusi terintegrasi pengukur kesehatan pembuluh darah.

Baca Juga: Produsen elektronik asal bogor ekspor 3.000 unit pembersih udara ke AS

Alat ini diperkenalkan melalui Peluncuran Purwarupa Niva melalui Pameran Poster dan Produk Program Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Inovasi (Riset ITB, PM ITB, dan P3M1) yang  diselenggarakan oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).

Selaras Citra Nusantara merupakan mitra strategis ITB untuk pengembangan perangkat medis NIVA. Ragam karya dan produk hasil riset ITB bersama industri lainnya yang dipamerkan dalam event tersebut, NIVA merupakan salah produk andalan.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brojonegoro menyatakan riset yang dilakukan di ITB berujung pada sesuatu yang membeirkan manfaat bagi masyarakat maupun pengembangan industri.

"Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan ITB untuk terus berinovasi dan interaktif dengan dunia industri," ujarnya saat membuka acara di peluncuran Purwarupa Niva di ITB, Kamis (12/12).

Bambang menyatakan butuh kerjasama yang baik antara pemerintah dengan perguruan tinggi yang diharapkan bisa memunculkan inovasi yang bisa dikomersialisasikan.

Adapun tiga pilar yang harus ada dalam penemuan, Pertama, tepat guna untuk menjawab permasalahan umum. Kedua,  menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam atau hilirasi, dan terakhir temuan yang bisa menciptakan substitusi impor atau meningkatkan konten lokal.

Baca Juga: Analis: Perhatikan valuasi sebelum eksekusi rights issue

Direktur Selaras Citra Nusantara Setiyo Bonorowanto menyatakan peluncuran perangkat Niva adalah suatu langkah terobosan signifikan dalam ranah medis dan industri perangkat atau alat kesehatan, baik dalam skala domestik maupun global.

"Kehadiran Niva di industri dapat meningkatkan pengetahuan industri manufaktur domestik serta best practice atau cara produksi (manufaktur) perangkat atau alat-alat kesehatan yang baikm" ujarnya.

Setiyo menyatakan kategori penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, kanker dan ginjal menimbulkan biaya penanganan yang relatif besar, dimana beban ekonomi negara untuk hal ini bisa mencapai ribuan triliun rupiah setiap tahun.

Dari sisi fitur perangkat, NIVA menawarkan indikator yang menampilkan lebih banyak data kesehatan pembuluh darah dibanding perangkat sejenis yang telah beredar di industri (global dan domestik).

Secara umum, perangkat detektor sejenis hanya mampu menampilkan paling banyak 3(tiga) indikator, sementara NIVA dapat menampilkan jauh lebih banyak indikator yang terkait dengan kesehatan pembuluh sekaligus. 

Setiyo yakin dari sisi harga dan economies of scale, perangkat Niva lebih optimal dan terjangkau oleh pasar atau industri pengguna perangkat sejenis.

Dengan manfaat yang lebih besar dalam kondisi harga yang sangat bersaing, Setiyo yakin Niva  akan menjadi perangkat medis yang memberikan proposisi nilai yang signifikan bagi industri perangkat medis secara khusus dan bagi perekonomian Indonesia secara umum.




TERBARU

Close [X]
×